Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 28 Mei 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Rabu sore (28/5/2025). Hal itu karena keputusan presiden AS Donald Trump menunda mengenakan tarif perdagangan 50% pada Uni Eropa hingga awal Juli mendatang.
Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 9,5 poin (0,06%) ke level Rp 16.296 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,05 % menjadi 99,57. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup tergelincir 37,5 poin (0,23%) ke level Rp 16.286,5 per dolar AS pada Selasa (27/5/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar kembali menguat di tengah ketidakpastian atas perdagangan AS dan kesehatan fiskal, dengan fokus pada lebih banyak kesepakatan perdagangan AS dan kemajuan RUU pemotongan pajak yang memecah belah yang didukung oleh Trump. Trump selama akhir pekan mengatakan dia akan menunda rencana untuk mengenakan tarif perdagangan 50% pada UE hingga awal Juli.
"Juli juga merupakan saat tarif timbal balik Trump terhadap sejumlah ekonomi utama akan mulai berlaku, meskipun perubahan haluannya baru-baru ini pada tarif UE memicu harapan bahwa presiden AS tidak akan memenuhi ancaman tarif lainnya," ungkap Ibrahim, Rabu (28/5/2025).
Ibrahim menambahkan, data kepercayaan konsumen AS yang kuat juga meningkatkan risiko dan meredam kekhawatiran atas ekonomi AS. Fokus sekarang adalah pada isyarat lebih lanjut mengenai ekonomi AS dalam beberapa hari mendatang, dari sejumlah pembicara The Fed, serta risalah rapat terakhir yang akan dirilis pada hari Rabu.
Kemudian, lanjut Ibrahim, rump mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin 'bermain api', dan Trump sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia. "Hal ini dapat membahayakan aliran energi Rusia dan mengganggu pasokan minyak global," tambah Ibrahim.
Selain itu, AS dan Iran mengakhiri putaran kelima perundingan nuklir mereka pada hari Selasa, yang hanya mengalami kemajuan terbatas, dan ketidaksepakatan mengenai pengayaan uranium tetap menjadi pokok perdebatan. "Jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, AS dapat menekan ekspor Iran lebih lanjut, sehingga menekan pasokan," paparnya.
Sentimen Internal
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






