Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 28 Mei 2025

Penulis : Indah Handayani
28 Mei 2025 | 15:23 WIB
BAGIKAN
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Rabu sore (28/5/2025). Hal itu karena keputusan presiden AS Donald Trump menunda  mengenakan tarif perdagangan 50% pada Uni Eropa hingga awal Juli mendatang.

Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 9,5 poin (0,06%) ke level Rp 16.296 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,05 % menjadi 99,57. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup tergelincir 37,5 poin (0,23%) ke level Rp 16.286,5 per dolar AS pada Selasa (27/5/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar kembali menguat di tengah ketidakpastian atas perdagangan AS dan kesehatan fiskal, dengan fokus pada lebih banyak kesepakatan perdagangan AS dan kemajuan RUU pemotongan pajak yang memecah belah yang didukung oleh Trump. Trump selama akhir pekan mengatakan dia akan menunda rencana untuk mengenakan tarif perdagangan 50% pada UE hingga awal Juli.

ADVERTISEMENT

"Juli juga merupakan saat tarif timbal balik Trump terhadap sejumlah ekonomi utama akan mulai berlaku, meskipun perubahan haluannya baru-baru ini pada tarif UE memicu harapan bahwa presiden AS tidak akan memenuhi ancaman tarif lainnya," ungkap Ibrahim, Rabu (28/5/2025).

Ibrahim menambahkan, data kepercayaan konsumen AS yang kuat juga meningkatkan risiko dan meredam kekhawatiran atas ekonomi AS. Fokus sekarang adalah pada isyarat lebih lanjut mengenai ekonomi AS dalam beberapa hari mendatang, dari sejumlah pembicara The Fed, serta risalah rapat terakhir yang akan dirilis pada hari Rabu.

Kemudian, lanjut Ibrahim, rump mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin 'bermain api', dan Trump sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia. "Hal ini dapat membahayakan aliran energi Rusia dan mengganggu pasokan minyak global," tambah Ibrahim.

Selain itu, AS dan Iran mengakhiri putaran kelima perundingan nuklir mereka pada hari Selasa, yang hanya mengalami kemajuan terbatas, dan ketidaksepakatan mengenai pengayaan uranium tetap menjadi pokok perdebatan. "Jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, AS dapat menekan ekspor Iran lebih lanjut, sehingga menekan pasokan," paparnya.

Sentimen Internal

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia