Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 2 Juni 2025: Tak Berdaya
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka tak berdaya pada Senin pagi (2/6/2025). Di saat indeks dolar AS juga melemah karena pasar mempertimbangkan prospek kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan potensi dampaknya yang dapat menekan pertumbuhan serta memicu inflasi.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini turun 5 poin (0,03%) ke level Rp 16.331,5 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Rabu (28/5/2025), mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 9,5 poin (0,06%) ke level Rp 16.296 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar terpantau turun 0,12 poin menjadi 99,2. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat naik 21 poin di level 4,42%.
Dikutip dari Reuters, dolar AS malah melemah tipis terhadap sejumlah mata uang di Asia pada Senin, menghapus sebagian dari kenaikannya pekan lalu, seiring pasar mempertimbangkan prospek kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan potensi dampaknya yang dapat menekan pertumbuhan serta memicu inflasi.
Mata uang dolar memulai pekan ini dalam posisi tertekan setelah Trump mengatakan pada Jumat malam bahwa ia berencana menggandakan tarif atas impor baja dan aluminium menjadi 50% mulai Rabu.
Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS mengalami fluktuasi tajam akibat perang dagang Trump yang kerap berubah-ubah, melemah saat ketegangan meningkat dan memicu kekhawatiran akan potensi resesi di AS.
Dolar sempat merosot 3% dalam sepekan terhadap mata uang utama setelah kebijakan tarif ‘Hari Pembebasan’ pada 2 April, dan turun 1,9% dua pekan lalu saat Trump mengancam akan mengenakan tarif 50% terhadap Eropa.
Pekan lalu, dolar sedikit mendapat angin segar, naik 0,3% setelah pembicaraan dengan Uni Eropa kembali berjalan dan pengadilan perdagangan AS memblokir sebagian besar tarif Trump karena dianggap melampaui kewenangannya.
Tarif Trump
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






