Jumat, 15 Mei 2026

Saham Diramal Ceban, Punya Kaitan sama Grup Salim

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Aug 2025 | 17:50 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur Amman Mineral Internasional (AMMN), Arief Widyawan Sidarto. Perseroan
Presiden Direktur Amman Mineral Internasional (AMMN), Arief Widyawan Sidarto. Perseroan

Adapun Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 146 juta atau setara Rp 2,4 triliun pada semester I-2025, turun tajam dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang masih membukukan laba bersih US$ 479 juta atau setara Rp 7,88 triliun.

Hal tersebut disebabkan anjloknya penjualan bersih perseroan hingga 88% yoy menjadi US$ 183 juta dari sebelumnya US$ 1,55 miliar.

“Mulai tahun 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Perubahan ini menyebabkan penurunan penjualan katoda tembaga sebesar US$ 182 juta. Sisanya sebesar US$ 1 juta berasal dari penyesuaian akhir harga dan volume atas penjualan konsentrat tahun 2024,” kata Presiden Direktur Amman Mineral Arief Sidarto dalam keterangan resminya, pekan ini.

ADVERTISEMENT

Arief mengungkapkan, smelter tembaga perseroan memproduksi 19.805 ton katoda tembaga pada semester I-2025, dengan peningkatan signifikan pada kuartal dua. Volume produksi diperkirakan terus meningkat seiring penyempurnaan operasional smelter yang sedang berlangsung.

“Pada pertengahan Juli, kami mencapai tonggak penting lainnya dengan keberhasilan produksi emas murni pertama dari fasilitas pemurnian logam mulia (precious metals refinery/PMR) kami,” ujar dia.

Meski mencatat kemajuan yang solid, Arief mengaku, pihaknya masih menghadapi tantangan dalam kesiapan operasional yang sangat krusial untuk memastikan transisi ke fase produksi penuh. Proses komisioning smelter tembaga pada dasarnya bersifat kompleks dan memakan waktu, dan berpotensi memengaruhi tingkat produksi AMMN selama sisa tahun ini.

“Oleh karena itu, kami terus berdiskusi aktif dengan pemerintah terkait fleksibilitas ekspor konsentrat, yang penting untuk menjaga keberlanjutan operasi serta mendukung kontribusi fiskal bagi perekonomian daerah maupun nasional. Ke depan, kami yakin bahwa kinerja keuangan akan terus membaik. Kami tetap berkomitmen pada strategi jangka panjang dan fokus menciptakan nilai berkelanjutan, melalui keunggulan operasional dan eksekusi yang disiplin,” ujar dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia