BERITA POPULER: IPO Kakap Baru hingga Pergerakan Harga Emas Perhiasan
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Sabtu (16/8/2025):
1. 4 Perusahaan Kakap IPO, Bursa Incar Satu Lagi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan lima lighthouse IPO alias IPO kakap pada tahun 2025 ini. Adapun lighthouse IPO adalah penawaran umum perdana saham dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun dan free float minimal 15% atau nilai free float sebesar Rp 700 miliar.
Hingga saat ini, telah tercatat 4 lighthouse IPO, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 16 Agustus 2025
Harga emas perhiasan mengalami perubahan berdasarkan perkembangan pasar global dan nilai tukar rupiah. Harga emas perhiasan pada Sabtu (16/8/2025) mayoritas naik, sedangkan Laku Emas stabil.
Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Simak daftar harga emas perhiasan berdasarkan data Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi dalam berbagai kadar karat di sini.
3. Saham Melejit 754%, Market Cap Tiba-tiba Dekati BBCA
Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turut berkontribusi mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 8.000 pada Jumat (15/8/2025). Tapi IHSG akhirnya ditutup melemah 0,41% ke 7.898.
Saham DCI Indonesia (DCII) langsung beraksi di awal perdagangan usai dilepas dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) per 15 Agustus. DCII bahkan menyentuh Rp 398.000 yang merupakan level tertingginya sepanjang masa. Bertepatan dengan itu, IHSG juga menyentuh level 8.011,4.
4. Enam Blue Chip Murah Masuk Target Rotasi, Cuan Bisa 35%
Rotasi ke saham blue chip berkualitas diprediksi terjadi pada semester II-2025, lantaran valuasinya sangat murah. Ada enam saham yang layak dicermati, yakni AKRA, ISAT, ASII, BBCA, INDF, dan AMRT.
Berdasarkan riset DBS Group Research, saham blue chip yang valuasinya kini tertinggal dari IHSG bakal rebound pada paruh kedua 2025. Ini didorong oleh perbaikan prospek pertumbuhan laba bersih dan stabilnya kondisi makro ekonomi Indonesia.
5. Daftar Saham dengan Kerugian Terbesar
Saham-saham ini masuk daftar kerugian terbesar saat pasar menyala pada pekan ini. Harganya jatuh sebesar 10% hingga 27% selama periode perdagangan 11-15 Agustus 2025, sekaligus masuk top losers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 4,84% ke level 7.898,37 dari 7.533,38 pada penutupan pekan sebelumnya. Pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan sejarah baru dengan berhasil bergerak di melewati level 8.000.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






