Kamis, 14 Mei 2026

Ada yang Agresif Borong Saham Bank Mandiri (BMRI)

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Aug 2025 | 09:26 WIB
BAGIKAN
Bank Mandiri (BMRI). (Foto: Bank Mandiri)
Bank Mandiri (BMRI). (Foto: Bank Mandiri)

KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 6.240.

Target harga tersebut setara dengan estimasi P/B 2025 sebesar 1,9 kali. Saat ini, saham BMRI diperdagangkan pada estimasi P/B 2025 sebesar 1,5 kali, sedikit di atas rata-rata standar deviasi (SD) -1 historis yang mencapai 1,4 kali.

Sementara itu, berdasarkan data di aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BMRI secara valuasi masih murah. Rasio price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali atau masih di bawah -1 PBV standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir. Price to earning ratio (PER) sebesar 8,14 kali (TTM) atau di bawah -1 PE standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Menurut Stockbit Sekuritas, dengan asumsi harga saham Rp 4.880, BMRI diperdagangkan pada valuasi 1-Year Forward P/BV sebesar 1,46 kali, hampir menyentuh -1 standard deviation (1,42 kali) di bawah rata-rata historis 5 tahun.

Pada level tersebut, Stockbit melihat BMRI menawarkan potensi dividend yield minimum 7%. Dengan begitu, potensi dividennya minimal bisa Rp 340-an per saham.

Adapun untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri (BMRI) menebar dividen Rp 466,18 per saham yang telah dibayarkan pada 23 April 2025.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia