Jumat, 15 Mei 2026

Lapkeu Muncul, Laba Bank Mandiri (BMRI) Anjlok

Penulis : Prisma Ardianto
10 Sep 2025 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Layanan Livin’ by Mandiri. (Foto: istimewa)
Layanan Livin’ by Mandiri. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akhirnya merilis laporan keuangan setelah beberapa waktu absen. Namun demikian, laporan keuangan yang dimaksud hanya untuk kinerja bulan Juli 2025, sementara kinerja keuangan pada bulan Juni dan kuartal II-2025 masih belum muncul untuk publik.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan bahwa laporan keuangan per Juni 2025 belum bisa dirilis karena dalam proses audit oleh kantor akuntan publik. Audit ini menjadi salah satu bagian dalam rangka penerbitan obligasi pada kuartal IV-2025.

Sementara jika mengacu laporan keuangan BMRI pada Rabu (10/9/2025), laba bersih (bank only) hingga Juli 2025 dari Bank Mandiri tercatat mencapai Rp 27,53 triliun. Perolehan laba itu tercatat turun 5,80% year on year (yoy) dibandingkan Rp 29,22 triliun pada periode sama tahun lalu.

Penurunan ini merupakan perkembangan negatif pertama kalinya bagi Bank Mandiri di tahun 2025, setelah sebelumnya laba masih tumbuh tipis 0,13% yoy pada Mei. Pergerakan laba BMRI memang sudah mulai melambat sejak Maret.

ADVERTISEMENT

Kinerja profitabilitas bank yang sempat menjadi tuan rumah Sarasehan Ekonomi 2025 itu tak lepas dari sejumlah pos beban yang membengkak sejak awal tahun ini. Beberapa pos yang dimaksud yaitu beban tenaga kerja naik 14,65% yoy, beban lainnya naik 35,09% yoy, dan beban promosi bahkan meroket 139,28% yoy.

Selain itu, kinerja intermediasi juga tertekan. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) hanya naik tipis 1,83% menjadi Rp 43,93 triliun. Kenaikan pendapatan bunga sebesar 11,33% tidak mampu mengimbangi lonjakan beban bunga yang mencapai 31,92%.

Lonjakan beban bunga ini salah satunya dipicu oleh strategi bank yang belakangan hobi mengumpulkan dana mahal, seperti deposito. Per Juli 2025, deposito Bank Mandiri tumbuh 21,18% yoy. Sementara itu, penghimpunan dana murah dari giro dan tabungan hanya tumbuh terbatas, masing-masing 9,95% dan 3,56%.

Kredit Menjauh dari Sasaran

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia