Kamis, 14 Mei 2026

Suspensi Dicabut, BEI Buka Perdagangan 4 Saham

Penulis : Erta Darwati
22 Sep 2025 | 07:12 WIB
BAGIKAN
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara atau suspensi empat saham, mulai sesi I perdagangan, Senin (22/9/2025).

BEI mengungkap empat saham yang dibuka suspensinya di antaranya saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan bahwa dengan dibukanya suspensi empat saham emiten tersebut, maka investor dapat kembali melakukan transaksi mulai perdagangan sesi I, di pasar reguler dan pasar tunai, Senin (22/9/2025).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi atau penghentian sementara terhadap saham PIPA, mulai sesi I perdagangan 11 September 2025.

Sementara itu, BEI melakukan suspensi terhadap saham CLAY, BLUE dan DWGL mulai ses I perdagangan 19 September 2025.

Adapun BEI mensuspensi empat saham tersebut lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif yang signifikan.

Saham PIPA terlihat melejit 116% dalam sebulan terakhir. Lalu, saham CLAY juga melejit sebesar 71,63% dalam sebulan terakhir, dan saham BLUE juga terbang 97,12% dalam sebulan terakhir, serta saham DWGL melejit 118,92% dalam sebulan.

Yulianto mengatakan bahwa tujuan dari kebijakan BEI tersebut adalah dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI.

Dia menjelaskan bahwa bagi pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia