Kamis, 14 Mei 2026

Harga Batu Bara Menguat, Ditopang Kebijakan Trump

Penulis : Indah Handayani
27 Sep 2025 | 10:50 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga batu bara. (Image by freepik)
Ilustrasi harga batu bara. (Image by freepik)

Penerapan tarif ini, menurut pemerintah, menjadi langkah penting dalam merevitalisasi sektor energi AS. OBBB dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong kemandirian energi di tengah tekanan global.

“Royalti batu bara bukan hanya memberi kepastian bagi pelaku industri, tetapi juga menambah dana publik yang bermanfaat untuk pembangunan dan keamanan nasional,” tegas Kementerian Dalam Negeri AS.

Kenaikan ini dipicu adanya tanda-tanda peningkatan permintaan dari China yang sempat menahan sentimen pasar terkait kelebihan pasokan global.

ADVERTISEMENT

China, sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, diperkirakan akan mengimpor 27,4 juta ton batu bara termal melalui jalur laut sepanjang September, tertinggi sepanjang tahun ini. Data tersebut menantang pandangan bahwa kebijakan pengendalian kapasitas oleh pemerintah pusat akan menekan konsumsi listrik.

Sinyal positif dari permintaan ini sempat mengimbangi tekanan harga akibat pasokan yang melimpah. Sebelumnya, harga batu bara global tertekan hingga turun hampir 20% sepanjang 2025. Berdasarkan estimasi terbaru, saat ini terdapat 1,28 miliar ton kapasitas tambang batu bara yang sedang dikembangkan oleh perusahaan tambang China.

Meskipun produksi batu bara di China sempat turun 3% secara tahunan pada Agustus akibat kampanye anti-involution dan pembatasan sementara untuk menjaga kualitas udara saat parade militer di Beijing, secara kumulatif produksi tetap naik 3% sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia