Kamis, 14 Mei 2026

Saham Rp 1.000-an Koleksi Lo Kheng Hong, Book Value Hampir Rp 3.000, Laba Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
25 Okt 2025 | 09:59 WIB
BAGIKAN
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - Emiten portofolio Lo Kheng Hong PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 789,69 miliar sepanjang Januari-September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan hingga September 2025, angka laba bersih itu menurun dari Rp 988,55 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Namun demikian, untuk kuartal III-2025 saja, emiten produsen ban itu membukukan laba bersih sekitar Rp 339 miliar. Melonjak tajam dibandingkan kuartal II-2025 yang sekitar Rp 97 miliar.

ADVERTISEMENT

Untuk periode sembilan bulan tahun 2025, Gajah Tunggal (GJTL) membukukan penjualan bersih Rp 13,12 triliun. Sedikit lebih kecil ketimbang Rp 13,44 triliun pada Januari-September 2024.

Sedangkan beban pokok penjualan malah naik ke Rp 10,62 triliun, dari sebelumnya Rp 10,51 triliun. Sehingga laba bruto menyusut  ke Rp 2,49 triliun, dari Rp 2,93 triliun pada akhir kuartal III-2024.

Per 30 September 2025, Gajah Tunggal mencatatkan jumlah aset Rp 22,31 triliun, total liabilitas Rp 12,20 triliun, dan ekuitas Rp 10,10 triliun.

Book Value

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia