Kamis, 14 Mei 2026

Saham Rp 1.000-an Koleksi Lo Kheng Hong, Book Value Hampir Rp 3.000, Laba Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
25 Okt 2025 | 09:59 WIB
BAGIKAN
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan

Saham Gajah Tunggal (GJTL) sendiri melompat 6% ke Rp 1.060 pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sepanjang pekan ini, saham berkode GJTL mayoritas menghijau. Berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang full merah.

Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) GJTL masih 0,37 kali. Artinya nilai buku per sahamnya sekitar Rp 2.864 atau hampir Rp 3.000. Sedangkan, price earning ratio (PER) 3,51 kali (annualized).

Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat menguasai 194.261.900 (5,575%) saham Gajah Tunggal (GJTL) per akhir September 2025.

ADVERTISEMENT

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia