Harga Bitcoin (BTC) Melejit 3% Lebih, Usai Data Inflasi AS Melunak
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto melesat pada perdagangan Sabtu (14/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini melejit 3% lebih setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan memicu optimisme pasar. Kenaikan ini memberi napas segar bagi investor kripto yang berharap tren bullish kembali berlanjut.
Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 10.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melesat 3,43% menjadi US$ 2,36 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat melejit 3,63% ke US$ 68.878 per koin atau sekitar Rp 1,15 miliar (kurs Rp 16.832) pada saat berita ini ditulis.
Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, terkerek 3,94%. Dengan Ethereum melonjak 5,48% ke US$ 2.050, XRP naik 3,67% ke US$ 1,41, Solana (SOL) terbang 7,61% ke US$ 82,9, Binance (BNB) naik 2,03% ke US$ 620 dan Dogecoin (DOGE) terdongkrak 4,09% ke US$ 0,09.
Dikutip dari CoinTelegraph, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) melaporkan inflasi inti (core CPI) berada di level 2,5%, sesuai dengan perkiraan. Sementara itu, inflasi umum tercatat 2,4%, atau 0,1 poin persentase lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Kondisi ini menandai inflasi inti berada di level terendah sejak Maret 2021.
Laporan tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar kripto. The Kobeissi Letter menyebut inflasi yang melambat membuka kembali peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Meski demikian, harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas. Data CME Group FedWatch Tool menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan The Fed Maret mendatang masih di bawah 10%. Artinya, meskipun inflasi mulai mereda, bank sentral belum tentu segera mengubah kebijakan moneternya.
Tren Inflasi AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






