Harga Bitcoin (BTC) Naik 5% Usai Inflasi AS Mereda
JAKARTA, investor.id - Harga Bitcoin (BTC) telah berhasil merangkak kembali ke atas US$ 70.000, pulih dari penurunan tajam di dekat US$ 60.000 pada awal bulan.
Melansir coindesk, mata uang kripto tersebut naik hampir 5% dalam periode 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi karena investor bereaksi terhadap angka inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Januari naik 2,4% secara tahunan, sedikit di bawah perkiraan 2,5%.
Hal itu memberi pasar alasan untuk percaya bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga mendorong kenaikan saham dan mata uang kripto.
Suku bunga yang lebih rendah membuat aset berisiko menjadi lebih menarik, karena tingkat pengembalian investasi bebas risiko atau berisiko rendah menurun.
Para trader di pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan April sebesar 26%, naik dari 19% di awal pekan. Di Polymarket, peluangnya meningkat dari 13% menjadi 20%.
Namun, ketakutan ekstrem yang mencengkeram pasar kripto kini menimbulkan tantangan tersendiri.
"Pendorong utama pasar saat ini adalah ketakutan. Ketakutan bahwa harga akan turun lebih rendah,” kata analis riset Bitwise, Danny Nelson.
Ketakutan tersebut membuat investor memanfaatkan setiap kenaikan harga sebagai peluang untuk menjual.
Belum pasti hal itu akan terus berlanjut atau justru pergeseran ke pemegang saham dengan keyakinan yang lebih tinggi akan membuat pasar berubah arah. Ini masih harus dilihat.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





