Harga Minyak Naik Tajam, Pasar Harap-harap Cemas Soal AS–Iran
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia ditutup naik tajam pada perdagangan Senin (16/2/2026), seiring pelaku pasar mencermati rencana perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik, di tengah ekspektasi peningkatan pasokan dari kelompok produsen minyak global.
Harga minyak Brent ditutup naik 87 sen (1,28%) ke level US$ 68,62 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 84 sen (1,34%) menjadi US$ 63,73 per barel. Kontrak WTI tidak memiliki harga penutupan resmi karena pasar AS tutup memperingati Presidents’ Day.
Analis PVM Tamas Varga mengatakan, kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan antara AS dan Iran membantu menjaga stabilitas harga minyak.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan relatif terbatas karena sejumlah pasar Asia, termasuk China, Korea Selatan, dan Taiwan, memasuki periode libur Tahun Baru Imlek.
Pada pekan sebelumnya, kedua acuan minyak mencatat pelemahan, setelah Donald Trump menyatakan Washington berpeluang mencapai kesepakatan dengan Teheran dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut memicu harapan meredanya konflik yang selama ini menjadi faktor penopang harga minyak.
Kedua negara dijadwalkan menggelar putaran kedua perundingan di Jenewa pada Selasa (17/2/2026), membahas program nuklir Iran. Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran juga telah bertemu dengan pimpinan International Atomic Energy Agency, lembaga pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seorang diplomat Iran menyatakan Teheran tengah mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara, termasuk investasi di sektor energi dan pertambangan, serta pembelian pesawat.
Dibayangi Risiko Eskalasi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






