Harga Minyak Naik Tajam, Pasar Harap-harap Cemas Soal AS–Iran
Namun, risiko eskalasi masih membayangi. Pejabat AS disebut tengah mempersiapkan opsi militer jika negosiasi gagal, sementara Garda Revolusi Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap pangkalan militer AS jika terjadi serangan.
Analis SEB menyebut ketegangan geopolitik dapat mendorong harga minyak Brent naik hingga US$ 80 per barel. Sebaliknya, jika ketegangan mereda, harga berpotensi turun kembali ke kisaran US$ 60 per barel.
Di sisi lain, potensi kenaikan produksi dari OPEC+ menjadi faktor penahan kenaikan harga. Kelompok produsen minyak tersebut diperkirakan akan melanjutkan peningkatan produksi mulai April, setelah sebelumnya menahan output selama tiga bulan.
Selain faktor geopolitik, permintaan kuat dari China juga menopang harga minyak. Impor minyak mentah China, khususnya dari Rusia, diperkirakan meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut dan berpotensi mencetak rekor baru, setelah India mengurangi pembelian akibat tekanan dari AS.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, permintaan yang solid dari China dan gangguan ekspor minyak di sejumlah wilayah turut memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






