Sabtu, 4 April 2026

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2026 | 04:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
Sumber: Freepik
ilustrasi harga minyak Sumber: Freepik

NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia bertahan di level tertinggi dalam enam bulan terakhir pada perdagangan Senin (23/2/2026), meski sedikit melemah. Pasar mencermati putaran ketiga perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta dinamika terbaru kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Harga minyak mentah Brent turun 16 sen (0,25%) menjadi US$ 71,6 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 7 sen (0,12%) ke level US$ 66,41 per barel. Meski terkoreksi tipis, kedua acuan tersebut masih berada di dekat posisi tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, kenaikan harga sebelumnya dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik di Timur Tengah. Pekan lalu, harga Brent melonjak lebih dari 5% dan sempat menyentuh US$ 72,34 per barel, tertinggi sejak Juli 2025.

Advertisement

Iran dikabarkan siap memberikan sejumlah konsesi terkait program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi serta pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium. Hal itu disampaikan seorang pejabat senior Iran menjelang perundingan lanjutan dengan AS yang dijadwalkan berlangsung Kamis pekan ini.

Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai, sinyal tersebut menunjukkan Iran lebih terbuka untuk membahas program nuklirnya. Namun, menurut dia, risiko serangan terhadap Iran masih tetap tinggi dan menjadi faktor yang menopang harga minyak.

Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan, perhatian pasar kini tertuju pada hasil pembicaraan tersebut, yang dinilai bisa menjadi putaran krusial dalam menentukan arah hubungan kedua negara.

Dampak Putusan Mahkamah Agung

Di sisi lain, pasar juga merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian rencana tarif impor Trump. Putusan tersebut sempat memicu ketidakpastian baru di kalangan pelaku usaha dan investor.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan akan menghentikan pemungutan tarif yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional mulai Selasa dini hari waktu setempat.

Namun demikian, Trump pada Sabtu (21/2/2026) menyatakan akan menaikkan tarif sementara atas impor AS dari seluruh negara, dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan undang-undang.

Kebijakan yang berubah-ubah tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi.

Dari dalam negeri AS, badai musim dingin kembali melanda wilayah timur laut. Kondisi ini mendorong kenaikan margin retak (crack spread) solar sekitar 5% pada Senin, yang turut memengaruhi pergerakan harga energi.

Secara keseluruhan, pasar minyak kini bergerak dalam tarik-menarik antara risiko geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Hasil negosiasi nuklir Kamis nanti berpotensi menjadi penentu arah harga selanjutnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 37 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 47 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia