Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia bertahan di level tertinggi dalam enam bulan terakhir pada perdagangan Senin (23/2/2026), meski sedikit melemah. Pasar mencermati putaran ketiga perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta dinamika terbaru kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Harga minyak mentah Brent turun 16 sen (0,25%) menjadi US$ 71,6 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 7 sen (0,12%) ke level US$ 66,41 per barel. Meski terkoreksi tipis, kedua acuan tersebut masih berada di dekat posisi tertinggi sejak Agustus tahun lalu.
Dikutip dari Reuters, kenaikan harga sebelumnya dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik di Timur Tengah. Pekan lalu, harga Brent melonjak lebih dari 5% dan sempat menyentuh US$ 72,34 per barel, tertinggi sejak Juli 2025.
Iran dikabarkan siap memberikan sejumlah konsesi terkait program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi serta pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium. Hal itu disampaikan seorang pejabat senior Iran menjelang perundingan lanjutan dengan AS yang dijadwalkan berlangsung Kamis pekan ini.
Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai, sinyal tersebut menunjukkan Iran lebih terbuka untuk membahas program nuklirnya. Namun, menurut dia, risiko serangan terhadap Iran masih tetap tinggi dan menjadi faktor yang menopang harga minyak.
Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan, perhatian pasar kini tertuju pada hasil pembicaraan tersebut, yang dinilai bisa menjadi putaran krusial dalam menentukan arah hubungan kedua negara.
Dampak Putusan Mahkamah Agung
Di sisi lain, pasar juga merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian rencana tarif impor Trump. Putusan tersebut sempat memicu ketidakpastian baru di kalangan pelaku usaha dan investor.
Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan akan menghentikan pemungutan tarif yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional mulai Selasa dini hari waktu setempat.
Namun demikian, Trump pada Sabtu (21/2/2026) menyatakan akan menaikkan tarif sementara atas impor AS dari seluruh negara, dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan undang-undang.
Kebijakan yang berubah-ubah tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi.
Dari dalam negeri AS, badai musim dingin kembali melanda wilayah timur laut. Kondisi ini mendorong kenaikan margin retak (crack spread) solar sekitar 5% pada Senin, yang turut memengaruhi pergerakan harga energi.
Secara keseluruhan, pasar minyak kini bergerak dalam tarik-menarik antara risiko geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Hasil negosiasi nuklir Kamis nanti berpotensi menjadi penentu arah harga selanjutnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima
Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.Tag Terpopuler
Terpopuler






