Kamis, 14 Mei 2026

MAPI Diakuisisi, MAPA Paling Recommended

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Mei 2026 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Sports Station, gerai yang dikelola PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), anak usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). (Foto: MAPI/MAP)
Sports Station, gerai yang dikelola PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), anak usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). (Foto: MAPI/MAP)

JAKARTA, investor.id – Pacific Universal Investments Pte Ltd, perusahaan investasi asal Singapura, merampungkan akuisisi 51% saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) atau MAP. Nilai akuisisi mencapai Rp 11,8 triliun.

Pacific Universal Investments memborong saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang dengan harga rata-rata Rp 1.395 per saham.

Setelah akuisisi tersebut, Pacific Universal Investments bersama CVC akan menunjuk Samudra (Investment) Pte Ltd dan Ocean Continuum Pte Ltd untuk menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) saham MAPI pada harga Rp 1.550 per saham.

ADVERTISEMENT

“Harga tender wajib lebih tinggi sekitar 22% dibandingkan harga rata-rata tertinggi saham MAPI dalam 90 hari terakhir hingga 7 Mei 2026,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Minggu (10/5/2026).

Samudra (Investment) dan Ocean Continuum dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh Pacific Universal Investments. Sisanya 49% dimiliki oleh dana kelolaan CVC Capital Partners Plc.

Pacific Universal Investments memiliki hubungan afiliasi dengan MAPI, di mana Sean Gustav Standish Hughes dan Zoee Ho Ziwei – yang masing-masing menjabat sebagai direktur dan komisaris MAPI – juga menjabat sebagai direktur Pacific Universal Investments.

Pacific Universal Investments berencana untuk mengembangkan usaha Grup MAP (MAPI) di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

MAPA, MAPI, MIDI, & ACES 

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor ritel – pandangan positif dengan ekspektasi kinerja lebih baik dari pasar.

Valuasi saham emiten ritel Indonesia telah mengalami penurunan ke estimasi PE 2026 sebesar 10,5 kali. Valuasi tersebut sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun. Hal ini menunjukkan bahwa risiko penurunan lebih lanjut relatif terbatas.

BRI Danareksa Sekuritas menetapkan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) sebagai pilihan utama di sektor ritel. MAPA adalah anak usaha MAPI.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham MIDI dan MAPA. Target harga saham MIDI mencapai Rp 550 dan MAPA sebesar Rp 800.

Sedangkan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), target harganya Rp 1.400 telah tembus. Itu terjadi karena lonjakan harga saham MAPI sebesar 12,3% ke level Rp 1.455 pada perdagangan Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, saham emiten ritel yang lain, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), target harganya dipatok sebesar Rp 550.

Pelemahan nilai tukar rupiah tetap menjadi tantangan utama bagi sektor ritel karena menekan margin keuntungan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan perusahaan untuk menaikkan harga produk.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia