Kamis, 14 Mei 2026

Harga CPO Bangkit, Ditopang Berjibun Sentimen Positif

Penulis : Indah Handayani
12 Mei 2026 | 05:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi CPO
Sumber; Antara
Ilustrasi CPO Sumber; Antara

JAKARTA, investor.id Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bangkit pada Senin (11/5/2026), setelah melemah dalam beberapa hari sebelumnya. ditopang penguatan harga minyak mentah, kenaikan ekspor, serta sentimen positif kebijakan biodiesel B15 Malaysia yang mulai berlaku Juni mendatang.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Senin (11/5/2026), kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 naik 17 Ringgit Malaysia menjadi 4.495 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 menguat 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.484 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Juli 2026 terkerek 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.516 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 meningkat 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.532 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Kontrak berjangka CPO September 2026 menanjak 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.541 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 naik 16 Ringgit Malaysia menjadi 4.548 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Tradingview, haerga CPO melonjak sekitar 1% ke level 4.550 Ringgit Malaysia per ton, menghentikan tren pelemahan sebelumnya di tengah melemahnya nilai tukar ringgit serta menguatnya harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago.

Sementara itu, harga minyak mentah ikut menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan atas proposal perdamaian yang disusun Washington. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi permintaan biodiesel.

Ekspor Naik

Sentimen pasar juga terdorong kenaikan ekspor. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services mencatat ekspor minyak sawit pada periode 1–10 Mei naik 8,5% dibanding periode yang sama bulan April.

Dari sisi kebijakan, Malaysia akan menerapkan mandat biodiesel B15 mulai 1 Juni mendatang, meningkat dari kebijakan saat ini B10, guna menekan impor bahan bakar sekaligus mendorong konsumsi domestik.

Namun, penguatan harga tertahan data bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang menunjukkan stok minyak sawit April naik 1,71% dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,31 juta ton metrik. Produksi juga melonjak 18,37% menjadi 1,63 juta ton.

Di sisi lain, kekhawatiran permintaan masih membayangi setelah impor minyak sawit India, sebagai pembeli terbesar dunia, anjlok 27% secara bulanan pada April ke level terendah dalam satu tahun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia