Kamis, 14 Mei 2026

Medela Potentia (MDLA) Perluas Distribusi dan Eksplor Mitra Baru

Penulis : M. Ghafur Fadillah
12 Mei 2026 | 21:30 WIB
BAGIKAN
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui entitas anak PT Deca Metric Medica (DMM), melakukan ekspor perdana produk alat kesehatan (alkes) ke Kamboja dan Timor Leste pada Selasa (5/8/2025). (Foto: Dok MDLA)
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui entitas anak PT Deca Metric Medica (DMM), melakukan ekspor perdana produk alat kesehatan (alkes) ke Kamboja dan Timor Leste pada Selasa (5/8/2025). (Foto: Dok MDLA)

Strategi yang dijalankan menunjukkan dampak positif terhadap kinerja keuangan MDLA pada awal tahun ini. Hingga 31 Maret 2026, MDLA mencatat penjualan neto sebesar Rp4,03 triliun, meningkat dibandingkan Rp3,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini turut mendorong pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 7,4% menjadi Rp119,32 miliar, sementara pendapatan tumbuh 3,4% dibanding kuartal I-2025.

Kontributor utama pertumbuhan penjualan berasal dari produk farmasi, yang membukukan penjualan sebesar Rp3,26 triliun, naik signifikan dari Rp2,70 triliun pada kuartal I-2025. Penjualan alat kesehatan juga memberikan sumbangan penting sebesar Rp394,5 miliar, sementara produk kesehatan lainnya menyumbang Rp380,2 miliar.

Harris menilai, pencapaian kinerja positif di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan menunjukkan ketangguhan model bisnis MDLA. Pertumbuhan pendapatan dan laba di awal tahun mencerminkan efektivitas strategi penjualan dan efisiensi operasional yang dijalankan di seluruh jaringan distribusi perseroan.

ADVERTISEMENT

“Perluasan infrastruktur distribusi dan penambahan prinsipal merupakan bagian dari langkah kami untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan kapasitas layanan. Ini juga menjadi modal penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan di sisa tahun 2026,” sambung Harris.

MDLA optimistis, kombinasi strategi distribusi, diversifikasi portofolio, dan kolaborasi bisnis akan memperkuat posisi perseroan di pasar farmasi dan alat kesehatan nasional. Ke depan, MDLA akan terus melakukan penyesuaian strategis sesuai perkembangan pasar, termasuk peluang ekspansi produk dan layanan kesehatan yang memiliki permintaan tinggi.


 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 33 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 44 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia