Dividen Telkom (TLKM) Usai Ungkap Laba, plus Rencana Aksi
Telkom (TLKM) menargetkan proses pemisahan usaha (spin off) aset serat optik rampung pada kuartal III-2026. Aset fiber tersebut akan dikelola oleh PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia).
Manajemen TLKM juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengeksplorasi opsi untuk memasukkan aset serat optik dari BUMN lain, meski hingga kini belum ada keputusan final soal itu.
Mengenai proses streamlining, TLKM telah menandatangani perjanjian penjualan saham bersyarat terkait kepemilikan saham di AdMedika dan TelkoMedika pada Maret 2026.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset sebelumnya menyebutkan bahwa TLKM menerima arahan dari Danantara untuk mengonsolidasikan aset serat optik dari PLN Icon Plus.
Meski ini sejalan dengan tujuan yang lebih luas yakni merapikan infrastruktur BUMN, inisiatif ini juga memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan profil investasi Infranexia, setelah penyesuaian laporan (restatement) aset serat optik.
Baca Juga:
Saham BBRI Diteropong, Muncul Ini“Kami memperkirakan bahwa penambahan aset serat optik milik PLN akan membantu memulihkan skala bisnis serta memperkuat potensi monetisasi, sehingga lebih menarik bagi investor strategis,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya.
PLN Icon Plus mengoperasikan jaringan serat optik yang luas dengan panjang lebih dari 400 ribu kilometer di seluruh Indonesia. Jaringan ini melayani sekitar 1,2 juta home connected dan 2,7 juta home passes, serta melayani segmen korporasi, pemerintah, dan kebutuhan internal PLN terkait konektivitas kelistrikan.
Secara tahunan, pendapatan telekomunikasi dan EBITDA PLN Icon Plus pada 2025 masing-masing diperkirakan sebesar Rp 5,4 triliun dan Rp 2,6 triliun. Ini menunjukkan bahwa PLN Icon Plus berpotensi memberikan tambahan EBITDA sekitar 26% terhadap Infranexia milik TLKM.
Saat ini, diskusi lebih berfokus pada konsolidasi aset dibandingkan akuisisi perusahaan secara langsung. Dampak akhir akan sangat bergantung pada struktur konsolidasi.
“Namun, dengan asumsi aset serat optik PLN Icon Plus dimasukkan dan sepenuhnya dikonsolidasikan ke dalam Infranexia, kami memperkirakan EBITDA proforma dapat mencapai Rp 12,7 triliun,” ungkap Kafi.
Baca Juga:
INCO Digeber, Target Harga Masih JauhSementara itu, dengan adanya rencana TLKM melepas 20-30% saham Infranexia kepada investor strategis pada valuasi EV/EBITDA sebesar 9-12 kali, BRI Danareksa Sekuritas melihat potensi kenaikan nilai wajar (fair value) saham TLKM ke kisaran Rp 4.100-4.500.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM. Target harga saham TLKM dipatok sebesar Rp 4.000. Ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham hingga 35,5%.
Target harga tersebut berdasarkan valuasi standar deviasi (SD) +1 pada EV/EBITDA sebesar 5,8 kali, yang dikombinasikan dengan metode discounted cash flow (DCF).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






