Kamis, 14 Mei 2026

India Rem Impor Emas, Pajak Kini 15%

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 05:09 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas perhiasan
Sumber: AP
Ilustrasi harga emas perhiasan Sumber: AP

NEW DELHI, investor.id – Pemerintah India resmi menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6% sebagai upaya menekan impor logam mulia dan menjaga cadangan devisa negara.

Kebijakan yang diumumkan Rabu (13/5/2026) itu diperkirakan dapat menekan permintaan emas di India yang merupakan konsumen emas terbesar kedua dunia setelah China.

Dikutip dari Reuters, pemerintah India mengenakan bea masuk dasar sebesar 10% ditambah Agriculture Infrastructure and Development Cess (AIDC) sebesar 5% sehingga total tarif impor efektif mencapai 15%.

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi defisit transaksi berjalan sekaligus menopang nilai tukar rupee yang menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini.

“Seperti yang diperkirakan, pemerintah menaikkan bea impor untuk menekan defisit transaksi berjalan. Namun kebijakan ini bisa memukul permintaan karena harga emas dan perak sudah sangat tinggi,” ujar Sekretaris Nasional India Bullion and Jewellers Association Surendra Mehta.

Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya juga meminta masyarakat menahan pembelian emas selama setahun guna membantu menjaga cadangan devisa.

India hampir sepenuhnya bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan emas domestik.

Risiko Penyelundupan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 32 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 33 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 44 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia