Kamis, 14 Mei 2026

Harga Bitcoin (BTC) Tumbang, Dihantam Inflasi AS

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 06:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

JAKARTA, investor.id Harga Bitcoin (BTC) tumbang pada Rabu (13/5/2026) pagi, setelah lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,47% menjadi US$ 2,68 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 1,39% ke US$ 80.656 per koin atau sekitar Rp 1,41 miliar (kurs Rp 17.546).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar terpangkas 1,93%. Dengan Ethereum ambles 2,47% ke US$ 2.282, Dogecoin (DOGE) terkoreksi 0,78% ke US$ 0,11, Solana (SOL) terpukul 2,94% ke US$ 94,69, dan XRP terkoreksi 2,06% ke US$ 1,44.

ADVERTISEMENT

Sedangkan Binance (BNB) malah naik 0,36% di US$ 666.

Dikutip dari CoinTelegraph, setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi sejak 2023 di tengah kenaikan tajam harga energi akibat perang AS-Iran.

Berdasarkan data TradingView, Bitcoin bergerak di kisaran US$ 80.000 setelah pasar merespons negatif data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) April 2026 yang naik menjadi 3,8% secara tahunan.

Angka tersebut menjadi level inflasi tertinggi sejak 2023 dan memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks energi naik 3,8% pada April dan menyumbang lebih dari 40% kenaikan inflasi bulanan. Secara tahunan, inflasi energi melonjak hampir 18% akibat tekanan perang AS-Iran dan terganggunya pasokan minyak global.

Sebaliknya, beberapa sektor seperti kendaraan baru, komunikasi, dan layanan kesehatan justru mengalami penurunan harga.

Menanggapi data tersebut, lembaga riset pasar The Kobeissi Letter menilai peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga mulai meningkat.

“Kita kembali menghadapi inflasi seperti masa pascapandemi di tengah lonjakan harga minyak,” tulis The Kobeissi Letter dalam unggahan di platform X.

Suku Bunga The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 33 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 44 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia