Kamis, 14 Mei 2026

Waspada, Harga Emas Terkoreksi Lebih Dalam ke Level Ini

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 11:12 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Emas (Foto: AP/ Sakchai Lalit)
ilustrasi Emas (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

Secara teknikal, Geraldo memaparkan, harga emas juga mulai membentuk swing high baru yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan. Selain itu, pola ABC Correction pada timeframe H4 memperkuat sinyal bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, harga emas diperkirakan berpotensi kembali turun menuju area support terdekat di level US$ 4.671 per ons troi. “Jika tekanan bearish berlanjut, maka target penurunan berikutnya berada di area US$ 4.637 per ons troi,” papar Geraldo.

Dari sisi fundamental, Geraldo menegaskan, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung melemah.

ADVERTISEMENT

“Selain itu, kenaikan yield obligasi pemerintah AS turut membuat investor beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga,” jelasnya.

Menurut Geraldo, pasar juga masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah data inflasi dan tenaga kerja AS yang masih solid. Kondisi tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS dan mempersempit ruang kenaikan emas.

“Di sisi lain, sentimen pasar global yang mulai membaik turut mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas,” tegas Geraldo.

Meski demikian, Geraldo menyarankan pelaku pasar tetap waspadai volatilitas tinggi karena arah pergerakan emas masih sangat sensitif terhadap perkembangan data ekonomi AS, pergerakan dolar, dan kebijakan bank sentral global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia