Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Balik Arah Usai Digempur Tekanan

Penulis : Natasha Khairunisa
13 Mei 2026 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang rupiah. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Ilustrasi mata uang rupiah. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) berhasil menguat terhadap dolar AS (USD) pada Rabu, 13 Mei 2026.

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 53 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat 75 poin di level Rp 17.475 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.528.

Sebelumnya, rupiah pada Rabu pagi (13/5) dibuka melemah 13 poin (0,07%) ke level Rp 17.515 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah melemah saat sentimen pasar tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berada dalam kondisi kritis. 

"Komentar tersebut meredam optimisme atas gencatan senjata jangka pendek dan menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Rabu (13/5/2026).

Rupiah juga melemah seiring gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz yang terus berlanjut. 

Selain itu, pelemahan rupiah juga terjadi di tengah fokus investor pada pertemuan puncak Trump dengan Xi Jinping pada 14-15 Mei di Beijing, di mana kedua pemimpin tersebut diharapkan akan membahas ketegangan perdagangan, konflik Iran, Taiwan, dan rantai pasokan global.

"Pasar kini menantikan data indeks harga produsen AS yang akan dirilis Rabu nanti untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini," papar Ibrahim.

"(Rupiah) untuk sepekan ke depan diprediksi di rentang Rp 17.420 - Rp 17.650," bebernya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia