Kamis, 14 Mei 2026

Geger MSCI, Dana Asing Bisa Bergeser ke Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Mei 2026 | 18:53 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pusat tekanan terbesar dari hasil MSCI rebalancing Mei 2026.

DSSA diperkirakan menghadapi passive outflow sekitar Rp 9 triliun dengan free-float adjusted market cap MSCI sekitar Rp 66,1 triliun. BREN berpotensi terkena outflow sekitar Rp 6 triliun dengan FIF-adjusted market cap sekitar Rp 42,1 triliun.

“Artinya, lebih dari separuh tekanan MSCI sebenarnya hanya bertumpu pada dua saham tersebut,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Saham lainnya seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tetap terdampak, tetapi skalanya relatif lebih terbatas karena market cap saham-saham tersebut sudah terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun.

“Karena itu, estimasi foreign outflow kini mulai terlihat lebih realistis dibandingkan panic scenario awal yang sempat mengarah ke Rp 50 triliun lebih,” sebut Kiwoom Sekuritas.

Adapun Joeliardi Sunendar memperkirakan outflow sekitar Rp 27,8-31 triliun, CGS International sekitar Rp 31,5 triliun, dan Citi dalam skenario worst case memperkirakan sekitar Rp 34,7 triliun.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 37 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 49 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia