Kamis, 14 Mei 2026

Geger MSCI, Dana Asing Bisa Bergeser ke Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Mei 2026 | 18:53 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Ada beberapa poin penting lain yang relatif kurang diperhatikan pasar terkait geger indeks MSCI. Salah satunya, potensi rotasi likuiditas investor asing ke saham dengan free float dan governance yang lebih sehat, seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM.

“Keluarnya beberapa saham besar justru meningkatkan bobot relatif saham blue chip dan bank-bank jumbo Indonesia di indeks, yang berpotensi mengarahkan rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan governance yang lebih sehat, seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, Rabu (13/5/2026).

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 0,4% ke level Rp 6.100 dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 0,9% ke posisi Rp 4.200.

ADVERTISEMENT

Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,02% ke level Rp 3.870 dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 0,3% ke posisi Rp 2.960.

Selain potensi aliran dana asing ke saham-saham seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM, poin selanjutnya adalah status Indonesia sebagai emerging market tetap aman dan tidak mengalami downgrade ke frontier market.

Lalu, ukuran outflow final ternyata jauh lebih rendah dibandingkan kekhawatiran awal pasar.

“Dan, fenomena ini bukan kejadian eksklusif Indonesia karena dalam review MSCI ACWI (All Country World Index) kali ini hanya 49 saham masuk, sementara 101 saham keluar secara global,” ungkap tim riset Kiwoom Sekuritas.

Kiwoom Sekuritas melihat pasar saat ini tampaknya terlalu fokus pada headline “18 saham keluar” tanpa menyadari bahwa sebagian besar tekanan sebenarnya sudah berlangsung bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Nasib DSSA dan BREN 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 36 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 37 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 48 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia