Heboh Diskon Harga Emas
Harga kontrak berjangka emas di India, pasar konsumen emas terbesar kedua dunia, melonjak 7,2% menjadi 164.497 rupee per 10 gram, tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.
Di sisi lain, pembeli ritel dan pelaku industri perhiasan memilih menahan transaksi, yang semakin memperbesar tekanan jual di pasar.
Pemilik pedagang emas grosir Chenaji Narsinghji di Mumbai Ashok Jain mengatakan, minimnya permintaan membuat diskon emas melonjak ke level yang tidak biasa.
Pelaku pasar juga mulai khawatir kenaikan tarif impor akan memicu maraknya penyelundupan emas. Dealer bullion di Chennai menyebut margin pasar gelap kini meningkat menjadi sekitar 18%, dibanding sebelumnya sekitar 9%.
Praktik pasar gelap dilakukan dengan menyelundupkan emas dari luar negeri dan menjualnya secara tunai untuk menghindari pajak impor, sehingga harga bisa ditawarkan lebih murah dibanding pasar resmi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






