Kamis, 14 Mei 2026

Harga CPO Tersungkur ke Level Terendah 2 Bulan

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 06:09 WIB
BAGIKAN
ilustrasi CPO. (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)
ilustrasi CPO. (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ambles pada Rabu (13/5/2026), tersungkur ke level terendah dalam dua bulan. Pelemahan dipicu lesunya permintaan dari dua pembeli utama dunia, yakni India dan China.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (13/5/2026), kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 jatuh 61 Ringgit Malaysia menjadi 4.390 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 melemah 41 Ringgit Malaysia menjadi 4.409 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Juli 2026 terkoreksi 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.438 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 4.457 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Kontrak berjangka CPO September 2026 melemah 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.472 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 turun 36 Ringgit Malaysia menjadi 4.489 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Tradingview, Direktur broker Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan pasar mulai khawatir terhadap melemahnya permintaan dari India dan China.

“Pembeli dari India kini beralih ke minyak kedelai dari Argentina, sementara China mulai mengurangi pembelian jangka pendek dan lebih tertarik melakukan pembelian untuk pengiriman Desember,” ujar Paramalingam.

Menurut dia, kondisi tersebut menciptakan kekosongan permintaan di pasar jangka pendek.

Impor CPO Anjlok

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia