Harga Bitcoin (BTC) Jatuh Tajam, Aksi Short Whale Bikin Pasar Gemetar
Menariknya, sebagian besar keuntungan whale tersebut sebelumnya justru berasal dari posisi bullish. Dalam dua pekan terakhir, ia sempat meraup keuntungan US$ 9,2 juta dari posisi beli Bitcoin, Zcash, dan Toncoin.
Whale itu juga mencatat laba US$ 3 juta dari taruhan bullish terhadap token sintetis berbasis harga minyak hanya dalam sembilan hari perdagangan.
Meski demikian, analis menilai aksi short tersebut lebih mencerminkan strategi perdagangan jangka pendek berbasis algoritma dibanding perubahan fundamental pasar kripto secara permanen.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak Brent di atas US$ 100 per barel akibat perang Iran dinilai dapat memperburuk tekanan inflasi global dan memaksa bank sentral AS atau The Fed memperluas neraca keuangannya.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas di pasar sekaligus mempercepat inflasi. Dalam jangka pendek situasi ini bisa menekan aset berisiko seperti Bitcoin dan saham teknologi.
Namun dalam jangka menengah hingga panjang, meningkatnya inflasi dan berkurangnya kepercayaan terhadap obligasi pemerintah AS justru dinilai menjadi katalis positif bagi Bitcoin sebagai aset alternatif.
Analis menilai investor kemungkinan akan mulai mengurangi kepemilikan surat utang AS jika ekspansi moneter terus berlanjut dan inflasi semakin sulit dikendalikan.
Karena itu, meskipun aksi short whale Hyperliquid sempat memicu kekhawatiran pasar, banyak pelaku pasar menilai prospek jangka panjang Bitcoin masih tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






