Kamis, 14 Mei 2026

Harga Bitcoin (BTC) Jatuh Tajam, Aksi Short Whale Bikin Pasar Gemetar

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 06:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Menariknya, sebagian besar keuntungan whale tersebut sebelumnya justru berasal dari posisi bullish. Dalam dua pekan terakhir, ia sempat meraup keuntungan US$ 9,2 juta dari posisi beli Bitcoin, Zcash, dan Toncoin.

Whale itu juga mencatat laba US$ 3 juta dari taruhan bullish terhadap token sintetis berbasis harga minyak hanya dalam sembilan hari perdagangan.

Meski demikian, analis menilai aksi short tersebut lebih mencerminkan strategi perdagangan jangka pendek berbasis algoritma dibanding perubahan fundamental pasar kripto secara permanen.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, lonjakan harga minyak Brent di atas US$ 100 per barel akibat perang Iran dinilai dapat memperburuk tekanan inflasi global dan memaksa bank sentral AS atau The Fed memperluas neraca keuangannya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas di pasar sekaligus mempercepat inflasi. Dalam jangka pendek situasi ini bisa menekan aset berisiko seperti Bitcoin dan saham teknologi.

Namun dalam jangka menengah hingga panjang, meningkatnya inflasi dan berkurangnya kepercayaan terhadap obligasi pemerintah AS justru dinilai menjadi katalis positif bagi Bitcoin sebagai aset alternatif.

Analis menilai investor kemungkinan akan mulai mengurangi kepemilikan surat utang AS jika ekspansi moneter terus berlanjut dan inflasi semakin sulit dikendalikan.

Karena itu, meskipun aksi short whale Hyperliquid sempat memicu kekhawatiran pasar, banyak pelaku pasar menilai prospek jangka panjang Bitcoin masih tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 28 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 40 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia