Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Kamis 14 Mei 2026: Melejit
JAKARTA, investor.id – Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terpantau melejit pada Kamis, 14 Mei 2026.
Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam (ANTM) hari ini melesat Rp 600 ke level Rp 56.800 per gram.
Sebelumnya, harga perak Antam (ANTM) pada hari Rabu (13/5/2026) melompat Rp 400 ke level Rp 56.200 per gram.
Harga perak Antam (ANTM) pada hari Selasa (12/5/2026) naik tinggi Rp 4.350 ke level Rp 55.800 per gram.
Pada Kamis hari ini (14/5/2026), harga dasar perak Antam (ANTM) murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 14.600.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 16.206.000.
Harga dasar perak Antam (ANTM) murni dengan berat 500 gram dipatok sebesar Rp 28.400.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 31.524.000.
Perak Antam Heritage
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






