Kamis, 14 Mei 2026

Kunjungan Wisata ke Karimunjawa Jepara Menurun

Penulis : ah
14 Jan 2015 | 07:48 WIB
BAGIKAN

SEMARANG-Tingkat kunjungan wisata di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat ini mengalami penurunan menyusul gelombang tinggi di perairan laut setempat berulang kali menghentikan aktivitas kapal penumpang yang melayani penyeberangan ke objek wisata tersebut.

Menurut Camat Karimunjawa Muh. Tahsin di Jepara, Senin, penurunan tingkat kunjungan wisatawan mulai terlihat sejak awal Januari 2015.

Jelang pergantian tahun 2015, kata dia, tingkat kunjungan memang tinggi karena sempat mencapai 1.500 wisatawan.

Setelah itu, kata dia, berangsur-angsur menurun karena selama ini memang santer diinformasikan bahwa musim baratan atau gelombang tinggi di perairan Laut Jepara biasa terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari.

Meskipun bulan Desember 2014 berulang kali terjadi gelombang tinggi sehingga kapal yang melayani penyeberangan dari Jepara ke Karimun Jawa dihentikan, kata dia, masih banyak wisatawan yang berdatangan.

Untuk saat ini, kata dia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa diperkirakan kurang dari 10 wisatawan, meskipun kapal yang melayani penyeberangan masih beroperasi.

"Biro perjalanan wisata memang turut memberikan penjelasan soal dampak ketika terjadi musim baratan yang biasanya terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari," ujarnya.

Ketika terjadi gelombang tinggi, kata dia, biaya akomodasi selama di tempat wisata tentunya menjadi tanggung jawab wisatawan sehingga banyak yang mempertimbangkan hal itu.

Apalagi, lanjut dia, ketika musim baratan objek wisata alam yang ada di Karimunjawa juga tidak bisa dinikmati secara maksimal.

Kunjungan wisatawan yang dinilai efektif, kata dia, hanya delapan bulan karena pada bulan-bulan tertentu memang sering terjadi gelombang tinggi.

Sementara itu, Syahbandar Jepara Yuniarso mengungkapkan, kapal penumpang yang melayani aktivitas penyeberangan hari ini (13/1) masih beroperasi karena ketinggian gelombang laut sekitar 2 meteran.

Akan tetapi, kata dia, saat ini mulai menunjukkan adanya peningkatan gelombang.

Ketinggian gelombang laut di Karimunjawa, kata dia, hari ini (13/1) berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng rata-rata 0,75--1,25 meter dengan kecepatan angin antara 7--14 knot dan berawan.

Sementara ketinggian gelombang laut di utara Jateng, kata dia, rata-rata antara 0,75--1,25 meter dengan ketinggian gelombang maksimal antara 1,25--2 meter.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 14 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia