Kamis, 14 Mei 2026

SBY dan Boediono Hadiri Jamuan Malam KTT OKI

Penulis : Gora Kunjana
6 Mar 2016 | 22:51 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Wakil Presiden Boediono menghadiri jamuan makan malam KTT Luar Biasa ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Balai Sidang Jakarta.

Pada Minggu (6/3) petang, mantan presiden yang kerap disapa SBY itu hadir lebih dahulu sebelum Boediono dengan mengenakan pakaian sipil lengkap.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wapres Jusuf Kalla telah melakukan jamuan malam kepada pada peserta KTT LB OKI dengan sejumlah kepala negara.

Selain itu sejumlah pejabat negara yang hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, serta Wakil Ketua DPR Fadly Zon.

Dalam sambutannya, Jokowi memperkenalkan Indonesia kepada para tamu negara sebagai negara dengan populasi 252 juta orang dengan mayoritas masyarakat muslim. "Merupakan suatu kebanggan bagi Indonesia dimintai sebagai tuan rumah KTT LB OKI membahas Palestina," kata Jokowi.

Presiden juga menyambut para tamu negara untuk merasakan keramahan masyarakat Indonesia melalui seni budayanya. "Para hadirin, silakan menikmati jamuan malam dan nikmati kebudayaan Indonesia serta keramahannya," kata Jokowi.

KTT Luar Biasa ke-5 OKI seharusnya diselenggarakan di Maroko selaku Ketua Komite Al-Quds pada bulan Januari 2016. Namun Maroko menyatakan tidak sanggup untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI.

Sementara itu, Presiden Palestina meminta OKI untuk menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI, sehingga Menteri Luar Negeri Palestina dan Sekjen OKI pada Desember 2015 menyampaikan permintaan kepada Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI ke-5. (ID/ant/ths)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 57 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia