Kamis, 14 Mei 2026

Demokrat Perlu Bantuan Partai Lain

Penulis : Antara
9 Des 2011 | 17:44 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan, Partai Demokrat memerlukan bantuan partai lain guna menghadapi kemungkinan usulan Hak Menyatakan Pendapat terkait kasus Bank Century.

"Partai Demokrat meskipun memiliki kursi terbanyak di DPR RI (148 kursi) tapi tidak bisa menghadapi sendiri kemungkinan munculnya usulan Hak Menyatakan Pendapat," kata Syamsuddin Haris usai "Talk Show DPD: Peta Politik dan Hukum tahun 2012" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (9/12).

Menurut dia, Partai Demokrat harus berkompromi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) guna menghadapi partai-partai lain di DPR RI dari kemungkinan mengajukan usulan Hak Menyatakan Pendapat.

Kompromi itu, kata dia, tentu ada kesepakatannya, misalnya mengakomodasi Ketua Umum PAN sebagai calon wakil presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, I Pasek Suardika menegaskan, gagasan usulan Hak Menyatakan Pendapat adalah melanggar isi rekomendasi DPR RI perihal kasus Bank Century yang ditetapkan melalui rapat paripurna pada 3 Maret 2010.

"Rekomendasi DPR RI, menyerahkan kasus Bank Century kepada lembaga penegak hukum jika menemukan adanya indikasi penyimpangan," katanya.

Menurut dia, lembaga penegak hukum sudah menindaklanjuti rekomendasi tersebut, meskipun tindak lanjut dari KPK belum memberikan kemajuan yang signifikan.

Dalam rekomendasi DPR RI, kata dia, tidak ada butir yang menyebutkan bahwa penyelesaian kasus Bank Century melalui penggunaan Hak Menyatakan Pendapat.

"Jika ada pihak-pihak yang merasa tidak puas pada tindak lanjut kasus Bank Century, agar ketidakpuasan tersebut dialamatkan kepada lembaga penegak hukum yang lamban menindaklanjutinya," katanya.

Ia menilai, jika anggota DPR ada yang mengalamatkan kekecewaannya kepada pemerintah adalah sikap yang keliru, karena pemerintah tetap memiliki komitmen melakukan pemberantasan korupsi.

Perihal wacana usulan Hak Menyatakan Pendapat yang disuarakan beberapa anggota DPR RI, kata dia, Fraksi Partai Demokrat tidak terlalu menanggapinya sebagai suatu hal yang serius.

"Bisa saja wacana usulan Hak Menyatakan Pendapat itu ditunggangi oleh kepentingan tertentu," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PAN Taufik Kurniawan mengatakan, PAN tidak sepakat pada wacana usulan Hak Menyatakan Pendapat terkait kasus Bank Century.

Menurut dia, PAN melihat masih ada cara dan mekanisme lain yang masih bisa dapat ditempuh sebelum penggunaan hak tersebut.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 24 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 53 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia