Kamis, 14 Mei 2026

Politisi Perempuan Mudah Terjerat Korupsi

Penulis : Antara
9 Feb 2012 | 16:18 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sri Budi Eko Wardhani, menilai politisi perempuan yang duduk di legislatif mudah terjerat kasus korupsi atau suap lantaran masih belum menguasai tentang lika-liku politik.

"Perempuan masih awam soal politik, sehingga mudah terseret kasus hukum. Kita tidak bisa pungkiri namanya kekuasaan dekat sekali dengan tindak korupsi, sehingga dia punya peluang untuk melakukan itu," kata Sri di Jakarta, Kamis (9/2), menanggapi adanya anggota DPR dari kalangan perempuan yang terlibat kasus korupsi.

Menurut dia, perempuan masuk dunia politik baru 10 tahun terakhir ini, dan perempuan masih jauh wawasannya tentang permainan politik dibandingkan kaum laki-laki yang sudah lama berkecimpung di dunia politik.

"Bisa jadi mereka belum familiar dengan lika-liku di dunia politik, khususnya di parlemen, sehingga menjadi terseret kasus," tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap semua proses dunia politik yang berpotensi korup itu bisa dibuka, sehingga menjadi kisi-kisi di daerah mana saja yang rawan korup.

Maraknya kaum perempuan terlibat dalam tindak pidana korupsi akhir-akhir ini, harus melakukan direfleksi mengapa hal itu bisa terjadi.

"Ini memerlukan kerja panjang. Kami sudah memberikan masukan dan saran kepada para kader partai yang berkecimpung di legislatif untuk berhati-hati di daerah-daerah yang rawan korupsi, seperti pada saat legislasi untuk membuahkan sebuah aturan hukum," ujarnya.

Kendati demikian, tambah dia, politisi perempuan berada dalam struktur partai, sehingga sulit untuk melawan kemauan partainya.

Sejumlah politisi perempuan yang terjerat kasus korupsi, yakni Wa Ode Nurhayati (Fraksi PAN) yang diduga terlibat dalam kasus pembangunan infrastruktur daerah dan Angelina Sondakh (Fraksi Demokrat) yang diduga terlibat kasus pembangunan Wisma Atlet.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 14 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia