Kamis, 14 Mei 2026

Bulog Jamin Stok Beras Aman Sampai Akhir 2022, Tersedia 1,1 Juta Ton

Penulis : Herman
20 Aug 2022 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Kepala Divisi Pengadaan Komoditas Perum Badan Usaha Logistik, Budi Cahyanto saat diskusi daring, Jumat (19/8/2022).
Kepala Divisi Pengadaan Komoditas Perum Badan Usaha Logistik, Budi Cahyanto saat diskusi daring, Jumat (19/8/2022).

JAKARTA, investor.id – Perum Bulog memastikan stok beras dalam kondisi aman sampai dengan akhir tahun 2022. Saat ini stok beras yang disimpan di gudang-gudang Bulog di Seluruh Indonesia mencapai 1,1 juta ton dan sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO.

“Kita punya stok 1,1 juta ton, yang saya pikir ini sudah sesuai ketentuan FAO, sebagaimana rekomendasi Permentan juga, kemudian yang juga direkomendasikan oleh para analis Universitas Gadjah Mada bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang kurang lebih 260 juta, paling tidak kita harus memiliki 1-1,5 juta ton,” kata Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perum Bulog Budi Cahyanto dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Tantangan Ketahanan Pangan Hadapi Krisis Global”, Jumat (19/8/2022).

Dengan kondisi stok beras yang dimiliki Bulog tersebut, Budi meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Bahkan sebetulnya Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor beras.

“Jangan lupa juga, Indonesia itu sebenarnya merupakan produsen terbesar kedua di dunia untuk beras. Hanya saja memang konsumsi kita tinggi. Produksi pertama itu ada di Tiongkok, kemudian yang kedua Indonesia. Jadi sebetulnya menurut saya Indonesia punya potensi untuk melakukan ekspor,” kata Budi.

ADVERTISEMENT

Jika nantinya Indonesia melakukan ekspor, Budi mengatakan nantinya beras yang diekspor adalah yang jenisnya hanya ada di Indonesia.

"Kita orientasikan nanti ekspor beras yang kita lakukan adalah beras-beras yang memang khusus ada di Indonesia, misalnya Pandan Wangi, Rojolele, Mentik Wangi atau beras mentik yang memang barangkali itu tidak ada di dunia. Itu tantangan ke depan bagaimana Bulog mungkin barangkali bisa membuka peluang ekspor ke negara-negara yang memang membutuhkan," kata Budi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia