Kamis, 14 Mei 2026

Wapres AS: RI Mitra Kuat Pemulihan Demokrasi di Myanmar

Penulis : Imam Suhartadi
7 Sep 2023 | 06:11 WIB
BAGIKAN
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris saat mengunjungi Kapal USS Tulsa di Singapura, pada 23 Agustus 2021. ( Foto: EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP )
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris saat mengunjungi Kapal USS Tulsa di Singapura, pada 23 Agustus 2021. ( Foto: EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP )

JAKARTA, investor.id  - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengatakan Indonesia telah menjadi mitra kuat dalam upaya pemulihan Myanmar menuju demokrasi.

Wapres Harris berterima kasih atas kepemimpinan Indonesia di Asean pada 2023 yang telah memprioritaskan tercapainya hasil nyata.

"Anda telah menjadikan Asean untuk memprioritaskan hasil nyata, dengan penekanan khusus pada pertumbuhan ekonomi, dan Anda telah menjadi mitra yang kuat saat kita berupaya memulihkan jalan Myanmar menuju demokrasi," kata Harris dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di sela KTT Ke-43 Asean di Jakarta Convention Center, Rabu (6/9/2023).

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia sebagai ketua Asean telah melakukan pendekatan dengan seluruh pihak di Myanmar serta meningkatkan dan melanjutkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar.

ADVERTISEMENT

Dalam sembilan bulan terakhir, Indonesia juga telah melakukan 145 engagements dengan berbagai pihak di Myanmar, yang merupakan paling banyak dan paling intensif yang pernah dilakukan oleh Asean.

Lebih lanjut, Wapres Harris mengatakan AS ingin melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral penting kedua negara sejalan dengan komunikasi yang telah dibangun Indonesia dengan Presiden AS Joe Biden di Bali 2022.

"Indonesia adalah mitra dan sahabat penting Amerika Serikat," ujarnya.

Menurut Harris, Indonesia dan AS memiliki persahabatan dan hubungan jangka panjang yang saling membantu pencapaian kemakmuran dan keamanan negara-negara, dan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"Ada banyak pekerjaan yang sedang dilakukan di antara negara-negara kita seiring dengan keinginan kita untuk terus memperkuat hubungan kita. Kami menghargai Anda telah menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas, dan ini adalah prioritas kita bersama," tuturnya.

Terpisah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet memuji kepemimpinan Presiden Jokowi dalam Konferensi Tinggi Ke-43 Asean karena di bawah kepemimpinan Indonesia semakin jelas terlihat Asean bukan alat (proxy) dari kekuatan negara-negara adidaya dunia.

“Sebagaimana juga ditegaskan Presiden Jokowi bahwa Asean bukan proxy bagi kekuatan mana pun. Asean merupakan kawasan yang siap bekerja sama dengan siapa pun demi perdamaian dan kemakmuran masyarakat dunia,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/9/2023) .

Oleh karena itu, dia meyakini Asean merupakan perhimpunan negara-negara mandiri yang saling berbagi visi untuk kawasan yang stabil, damai, dan kondusif.

“Tidak heran jika hingga saat ini Asean merupakan kawasan yang paling stabil di dunia tanpa pernah ada intervensi militer maupun gonjang-ganjing lainnya yang mengganggu kondusivitas kawasan,” kata Bamsoet.

Oleh karena itu, dia meyakini Asean merupakan perhimpunan negara-negara mandiri yang saling berbagi visi untuk kawasan yang stabil, damai, dan kondusif.

Persamaan Hak

CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mengapresiasi pidato Presiden Jokowi pada Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean. Dalam pidato tersebut Presiden Jokowi menegaskan kesetaraan adalah value utama Asean dan Asean tidak menjadi proksi bagi kekuatan manapun.

Menurut Achmad, Indonesia sebagai salah satu pendiri Asean memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kawasan ini tetap stabil dan tidak dikuasai oleh hegemoni Timur atau Barat.

Persamaan hak di antara anggota Asean adalah sebuah prinsip yang sudah seharusnya menjadi pondasi organisasi ini. Dibandingkan dengan PBB, dimana hanya beberapa negara yang memegang hak veto dan memiliki kekuasaan yang tidak sebanding.

“Tentunya sangat realistis jika Asean berkomitmen pada kesetaraan. Ini berarti setiap negara, tanpa memandang ukuran atau kekuatannya, memiliki suara yang sama dalam pembuatan keputusan. Prinsip kesetaraan ini bukan hanya penting dari segi politik, tetapi juga esensial agar setiap negara anggota memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek,” kata Achmad kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Dalam pidatonya di KTT Asean, lanjut dia, Presiden Jokowi menekankan beberapa prinsip inti yang mendefinisikan visi dan arah Asean dalam konteks geopolitik dan ekonomi saat ini.

Presiden menyoroti pentingnya kesatuan di tengah perbedaan, menjunjung tinggi kesetaraan di antara negara anggota, dan menjaga otonomi Asean dari pengaruh kekuatan besar.

Presiden Jokowi juga menyoroti kerja sama sebagai kunci mencapai stabilitas, kemakmuran, dan pertumbuhan ekonomi, serta visinya untuk Asean menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global.

“Secara keseluruhan, pidato tersebut menggambarkan tekad Asean untuk memperkuat integrasi ekonomi sambil mempertahankan nilai-nilai dan otonominya di tengah dinamika global yang berubah,” kata Pengamat Kebijakan Publik ini.

Presiden Jokowi, kata dia, menyebut Asean sebagai potensi pusat pertumbuhan ekonomi global. Ini mencerminkan visi positif tentang peran Asean dalam perekonomian global ke depan.

“Dari pidato tersebut, dapat disimpulkan bahwa Presiden Jokowi melihat Asean sebagai kawasan yang memiliki potensi besar dalam perekonomian global dan menekankan pentingnya menjaga kesatuan, kesetaraan, dan kerja sama dalam menghadapi dinamika geopolitik saat ini,” kata Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Business Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Hal ini menunjukkan tekad Asean untuk memperkuat integrasi ekonominya sambil menjaga otonomi dan nilai-nilai intinya di tengah tekanan global

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia