Kemarau Panjang Bawa Angin Segar untuk Keramik Indonesia
"Memang cuaca panas sangat diperlukan untuk peranin gerabah, jadi pengeringannya biasa satu minggu hingga satu bulan itu sepuluh hari juga bisa kering dan cepat untuk pesanan, karena setelah kering langsung di bakar," ujar Ketua Paguyuban Perajin Keramik Plered, Jajang.
"Pada intinya dengan cuaca panas seperti ini sangat terbantu, di saat cuaca seperti ini hampir 60% lebih cepat dari yang biasa... Karena memang cuaca panas hampir lima kali lipat, pengiriman Jakarta, Bogor, bahkan ke luar pulau Jawa," imbuhnya.
Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan pemasaran gerabah. Ini termasuk peningkatan kualitas produk mengingat pangsa pasar ekspor yang terbuka luas, terutama ke wilayah Timur Tengah.
Saat ini, produk gerabah keramik konvensional seperti pot bunga dalam berbagai ukuran lebih banyak memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sementara itu, pasar ekspor lebih mengutamakan produk-produk untuk hiasan interior dan eksterior rumah.
" Memang cuaca sekarang sedang mendukung untuk pemanasan keramik atau gerabah, dan tentu akan mendongkrak pembelian dan untuk kecamatan Plered ada beberapa pelaku usaha di bidang gerabah ini kami mendorong terus untuk memproduksi gerabah-gerabah andalannya dan mungkin masyarakat mengetahui keaslian produksi gerabah Plered ini," sambung Camat Plered Heri Anwar.
Untuk pemasaran di pasar domestik, para pengrajin gerabah Plered sudah memiliki pelanggan tetap, seperti di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Jawa, Sumatra, hingga Bali.
"Dan pemasaran untuk gerabah Plered ini sudah masuk ke pasaran internasional, selain itu untuk pasaran lokalnya banyak masyarakat yang langsung datang ke lokasi. Selain itu pemasarannya juga sudah melalui media sosial, untuk pasar keluar negeri kebanyakan ke Abu dabhi, Singapura, dan Malaysia," pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler




