Kamis, 14 Mei 2026

Kemarau Panjang Bawa Angin Segar untuk Keramik Indonesia

Penulis : Elan Suherlan
7 Sep 2024 | 19:47 WIB
BAGIKAN
Musim kemarau membawa berkah bagi para pengrajin gerabah keramik di Purwakarta, Jawa Barat. Proses penjemuran yang terbantu oleh terik matahari dan cuaca panas membuat produksi gerabah meningkat lebih dari 50%. (Foto: B Universe/ Elan Suherlan)
Musim kemarau membawa berkah bagi para pengrajin gerabah keramik di Purwakarta, Jawa Barat. Proses penjemuran yang terbantu oleh terik matahari dan cuaca panas membuat produksi gerabah meningkat lebih dari 50%. (Foto: B Universe/ Elan Suherlan)

PURWAKARTA, investor.id – Musim kemarau panjang membawa angin segar untuk pasar keramik Indonesia. Para pengrajin gerabah keramik di Purwakarta, Jawa Barat, khususnya merasakan berkah ini.

Proses penjemuran keramik terbantu oleh terik matahari dan cuaca panas, membuat produksi gerabah meningkat lebih dari 50%. Pesanan saat ini sedang ramai, baik dari pasar domestik maupun permintaan ekspor.

Aktivitas para pengrajin gerabah di sentra industri keramik Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta meningkat di musim kemarau seperti sekarang. Cuaca panas yang sudah dirasakan dalam beberapa bulan terakhir menjadi berkah tersendiri bagi usaha kerajinan ini.

ADVERTISEMENT

Produksi gerabah di sentra industri keramik Plered, Purwakarta mengalami peningkatan hingga lebih dari 50% berkat proses pengeringan sebelum pembakaran yang menjadi lebih cepat.

Jika pada musim hujan penjemuran membutuhkan waktu dua minggu hingga satu bulan sebelum dibakar, di musim kemarau ini pengeringan hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu, atau kurang dari 10 hari.

Kemarau Panjang Bawa Angin Segar untuk Keramik Indonesia
Pembuatan keramik Indonesia. (Foto: B Universe/ Elan Suherlan)

"Musim kemarau tiga hari sudah cepat kering langsung dibakar, kalau hari penghujan biasanya satu hingga dua minggu, kalau sekarang cepat kering, sehingga permintaan pun cepat terkirim, kalau sekarang pesanan ke Jakarta, satu minggu dua truk," tutur salah seorang pengrajin keramik, Iwan, kepada B Universe, Sabtu (7/9/2024).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia