Kemarau Panjang Bawa Angin Segar untuk Keramik Indonesia
PURWAKARTA, investor.id – Musim kemarau panjang membawa angin segar untuk pasar keramik Indonesia. Para pengrajin gerabah keramik di Purwakarta, Jawa Barat, khususnya merasakan berkah ini.
Proses penjemuran keramik terbantu oleh terik matahari dan cuaca panas, membuat produksi gerabah meningkat lebih dari 50%. Pesanan saat ini sedang ramai, baik dari pasar domestik maupun permintaan ekspor.
Aktivitas para pengrajin gerabah di sentra industri keramik Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta meningkat di musim kemarau seperti sekarang. Cuaca panas yang sudah dirasakan dalam beberapa bulan terakhir menjadi berkah tersendiri bagi usaha kerajinan ini.
Produksi gerabah di sentra industri keramik Plered, Purwakarta mengalami peningkatan hingga lebih dari 50% berkat proses pengeringan sebelum pembakaran yang menjadi lebih cepat.
Jika pada musim hujan penjemuran membutuhkan waktu dua minggu hingga satu bulan sebelum dibakar, di musim kemarau ini pengeringan hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu, atau kurang dari 10 hari.
"Musim kemarau tiga hari sudah cepat kering langsung dibakar, kalau hari penghujan biasanya satu hingga dua minggu, kalau sekarang cepat kering, sehingga permintaan pun cepat terkirim, kalau sekarang pesanan ke Jakarta, satu minggu dua truk," tutur salah seorang pengrajin keramik, Iwan, kepada B Universe, Sabtu (7/9/2024).
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler




