Jumat, 15 Mei 2026

Komisi III DPR Dukung Prabowo Sikat Ormas Pungli di Kawasan Industri

Penulis : Yustinus Patris Paat
21 Mar 2025 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memerintah TNI dan Polri serta Kejaksaan memberantas dan menindak tegas ormas yang melakukan pungli di kawasan industri.

Menurut Sahroni, ormas-ormas bermental preman tersebut harus disikat dan dibubarkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. 

“Ini merupakan peringatan keras dari Presiden Prabowo kepada semua ormas preman. Kalau ketahuan masih berani lakukan pungli, saya jamin 100% ormas tersebut bakal disikat habis dan dibubarkan," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (21/3/2025).

ADVERTISEMENT

Sahroni menilai keberadaan ormas-ormas tersebut meresahkan para pekerja dan sangat mengganggu produksi industri. Hal tersebut tentunya bisa menciptakan citra buruk terhadap investasi Indonesia. Karena itu, Polri, TNI dan kejaksaan perlu menindak secara tegas.

"Karena pungli ini kadang juga disuruh dan hasilnya disetor ke kas ormas tersebut. Jadi tidak perlu lagi pakai istilah oknum ormas. Satu bermasalah, semuanya kena," tandas Politikus Nasdem ini.

Lebih lanjut, Sahroni menegaskan Indonesia merupakan negara yang ramah bagi dunia investasi dan usaha. Namun, kata dia, keberadaan oknum pungli ini yang merusak hal tersebut.

“Sebetulnya kebijakan pemerintah sudah sangat pro terhadap iklim investasi dan usaha. Namun preman pungli inilah yang kadang suka meresahkan, bikin orang ragu berinvestasi. Ya jelas, pengusaha sudah bayar pajak, malah diminta uang lagi sama ormas preman setempat. Gak dikasih, diganggu usahanya. Ini kan sama saja mereka mau melawan negara, makanya aparat perlu sikat mereka," pungkas Sahroni

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan TNI, Polri hingga kejaksaan untuk memberantas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan pungutan liar (pungli), termasuk di kawasan industri. Perintah Prabowo itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Presiden tadi perintahkan TNI, Polri dan Kejaksaan untuk melihat seperti itu," ujar Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Luhut memastikan pemerintah akan bertindak tegas terkait pungli yang dilakukan Ormas. Ia mengatakan bakal dipelajari dengan baik. "Pokoknya harus tertib," kata Luhut.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia