Jumat, 15 Mei 2026

Timbulkan Keresahan, DPR Minta OJK dan PPATK Jelaskan Rencana Blokir Rekening Dormant

Penulis : Ilham Oktafian
31 Jul 2025 | 15:36 WIB
BAGIKAN
Seorang nasabah sedang melakukan transaksi di kantor cabang BNI. (ist)
Seorang nasabah sedang melakukan transaksi di kantor cabang BNI. (ist)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie OFP meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjelaskan secara gamblang wacana memblokir rekening yang tidak digunakan selama tiga hingga 12 bulan atau dikenal dengan rekening dormant.

Dolfie menilai, PPATK kurang melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut sehingga hal itu membuat publik menjadi resah. 

"Kebijakan PPATK terkait memblokir rekening tidak aktif kurang disosialisasikan syarat dan kriteria rekening yang akan diblokir, telah menimbulkan keresahan dan kebingungan di masyarakat," katanya kepada wartawan Kamis (1/7/2025).

ADVERTISEMENT

Dolfie pun mendesak OJK dan PPATK agar bertemu untuk membahas maksud memblokir rekening tak tak terpakai.

Selain itu, kata Dolfie, OJK dan PPATK juga harus segera menjelaskan secara gamblang tujuan kebijakan tersebut guna membuat situasi kondusif antara nasabah dan perbankan.

"OJK dan PPATK harus segera menjelaskan hal tersebut agar bank dan nasabah tetap dalam situasi yang kondusif," katanya. 

Sebelumnya, PPATK mengungkapkan temuan mengejutkan: lebih dari satu juta rekening terindikasi terkait aktivitas kriminal finansial sejak 2020.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (30/7/2025) di Jakarta, Koordinator Substansi Humas PPATK M Natsir Kongah menjelaskan dari jumlah tersebut, sekitar 150.000 rekening diketahui merupakan rekening nominee.

Rekening ini diperoleh secara ilegal, baik melalui transaksi jual-beli rekening, peretasan, atau metode lain yang melanggar hukum.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia