Jumat, 15 Mei 2026

Menjaga Profesionalisasi DPR

Penulis : Ahmad Hanafi *)
2 Sep 2025 | 23:38 WIB
BAGIKAN
Suasana Rapat Paripurna ke-4 DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025). (Foto: ANTARA FOTO)
Suasana Rapat Paripurna ke-4 DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025). (Foto: ANTARA FOTO)

Panel Independen

Dalam rangka menghindari konflik kepentingan dalam penentuan gaji, tunjangan, dan biaya kedewanan lainnya, serta untuk memenuhi aspek profesionalisasi legislatif, diperlukan terobosan baru bagi DPR untuk memastikan proporsionalitas.

Salah satunya adalah dengan pembentukan panel independen untuk mereview dan merekomendasikan standar profesionalisme parlemen, termasuk gaji, tunjangan, dan biaya untuk bisnis parlemen.

Panel independen bukan hal baru.  Di Parlemen Inggris, investigasi terhadap administrasi biaya bisnis anggota parlemen yang dilakukan setelah investigasi Daily Telegraph pada 2009, mengungkap kerentanan inti dalam administrasi kepegawaian dan biaya bisnis anggota parlemen sehingga terjadi penyalahgunaan.

ADVERTISEMENT

Independent Parliamentary Standards Authority (IPSA) dibentuk untuk mengatasi persoalan kerentanan tersebut dengan sistem baru berdasarkan prinsip transparansi, regulasi, dan independensi.

Di Selandia Baru terdapat Remuneration Authority yang bertugas menetapkan gaji dan tunjangan parlemen berdasarkan Undang-Undang Anggota Parlemen Selandia Baru dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perbandingan yang adil dengan peran lain, persyaratan pekerjaan, dan keadilan bagi Anggota Parlemen maupun wajib pajak.

Pembentukan badan baru di luar DPR untuk mengurusi DPR di Indonesia sebagaimana di Inggris dan Selandia Baru tampaknya tidak lazim. Opsi pembentukan panel khusus lebih masuk akal. Tugasnya untuk menerjemahkan prinsip proporsionalitas, standar biaya yang rasional, standar kerja, transparansi dan partisipasi dalam penentuan gaji dan tunjangan anggota DPR.

Di zaman yang serba terbuka ini, sudah tidak tabu lagi membuka informasi berapa gaji, tunjangan dan dana-dana lain untuk anggota legislatif, termasuk laporan penggunaan biaya itu. Sebagai contoh, parlemen Kanada dengan jelas mempublikasi laporan penggunaan biaya setiap anggotanya. Ini yang dapat dijadikan rujukan oleh otoritas independen tersebut.

Di tengah desakan publik yang semakin memanas akhir-akhir ini, tampaknya pilihan membentuk panel dapat menjadi opsi yang bijak bagi DPR untuk membangun kembali kepercayaan publik dan menepis kecurigaan.

Penjarahan sejumlah rumah Anggota DPR belakangan ini memang telah menimbulkan keprihatinan, tetapi ada pelajaran yang kita ambil darinya: kepercayaan publik tidak bisa dibangun dengan janji, tapi dengan langkah strategis, salah satunya dengan pilihan kebijakan pembentukan panel independen.

 
*) Ahmad Hanafi adalah Direktur Indonesian Parliamentary Center (IPC)

    Artikel ini adalah sepenuhnya buah pikiran penulis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia