Sabtu, 4 April 2026

BGN Mengaku Tertekan, Ancaman Mulai Datang

Penulis : Muhammad Farhan
7 Okt 2025 | 21:51 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, saat menghadiri diskusi Food Business Opportunity yang digelar oleh BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, saat menghadiri diskusi Food Business Opportunity yang digelar oleh BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui sedang berada dalam tekanan luar biasa dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan muncul ancaman keselamatan jiwa bagi tim pelaksana. Tekanan ini muncul akibat masalah ketersediaan pangan hingga intimidasi dari calon pendaftar mitra dapur.

Pengakuan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, saat menghadiri diskusi Food Business Opportunity yang digelar oleh BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). Tigor mengungkapkan tekanan yang dihadapi sangat di luar prakiraan, terutama menyangkut ketersediaan pasokan.

“Kami semua tengah dalam under pressure, tekanan yang sangat di luar prakiraan ya. Dari 1,1 miliar (porsi makanan) yang sudah di-deliver, 9.200 itu ada masalah (keracunan) dalam kesediaan pangan. Itu menjadi sangat tertekan,” jelas Tigor.

Selain masalah logistik, BGN juga menghadapi tantangan serius dari para pendaftar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—sebutan bagi mitra dapur program MBG—yang berusaha lolos seleksi. Padahal, kuota telah melebihi batas penerima manfaat di suatu wilayah.

Advertisement

Tigor menyebut para pendaftar "nakal" ini berusaha bersiasat agar bisa terdaftar sebagai mitra dapur resmi. Ketika BGN memberlakukan aturan tegas dan membatasi jumlah dapur, ancaman pun muncul.

“Saat kami bilang, bapak tidak bisa lebih dari 10 dapur, ancaman ke kami bisa berupa ancaman nyawa, bisa segala macam. Jangan berpikir ini hal yang mudah ya,” terang Tigor.

Ia menekankan perlunya aturan yang keras dan tegas dalam penyaringan calon mitra. “Negara kita itu memang perlu dibuat peraturan yang keras dan tegas. Karena kalau tidak, orang tidak peduli ketika di waktu pengajuan SPPG tidak bisa masuk, jangan lanjut pembangunan dapur,” katanya.

Tigor sendiri mengaku tidak bisa berlama-lama di acara HIPMI hari ini karena harus segera beranjak ke Nanggroe Aceh Darussalam guna memberikan sosialisasi tata kelola kepada SPPG di sana.

Di tengah tantangan tersebut, BPP HIPMI menunjukkan dukungan serius dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BGN. HIPMI akan bertindak sebagai mitra strategis, mengonsolidasikan dan mengembangkan jaringan dapur SPPG. Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, Alvin Kennedy, mengungkapkan bahwa para pengusaha di bawah payung HIPMI sudah lebih awal terlibat sebagai mitra SPPG BGN.

“Tujuan kami adalah mengkonsolidasikan dapur-dapur dari pengurus HIPMI yang sudah ada, dan tentunya mengembangkan lagi dapur-dapur baru ke depannya,” jelas Alvin.

Ia menyebut, yang terdata dan terkonsolidasi sudah mencapai 200 dapur SPPG. Namun, dengan pengurus HIPMI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, Alvin memperkirakan jumlah riilnya lebih dari 300 dapur.

Guna memastikan dukungan finansial yang serius, HIPMI juga menggandeng BNI sebagai mitra pembiayaan agar pengurus HIPMI lainnya dapat membuka dapur SPPG baru.

Penandatanganan MoU antara BGN, BPP HIPMI, dan Bank BNI sebagai mitra pembiayaan ini dilangsungkan di sebuah kafe di Jakarta Selatan pada Selasa (7/10/2025) siang, menegaskan komitmen pengusaha muda mendukung program MBG Presiden Prabowo Subianto.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 27 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 39 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 40 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia