Kamis, 14 Mei 2026

Accord Ditargetkan Terjual 2.000 Unit

Penulis : Antara
24 Feb 2011 | 10:06 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) telah meluncurkan kembali generasi terbaru sedan Honda Accord, yakni New Full Size Accord. Produk ini ditargetkan terjual 2.000 unit tahun 2011, atau naik 17% dibandingkan tahun lalu 1.700 unit.

Marketing & Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy mengatakan, penyegaran terakhir Honda Accord dilakukan tahun 2008. “Karena itu, kami yakin refresh tahun ini akan mampu meningkatkan penjualan Accord,” kata Jonfis di sela peluncuran New Full Size Honda Accord di Jakarta, Rabu (23/2).

Dari target penjualan tersebut, menurut dia, pihaknya memperkirakan wilayah DKI Jakarta akan menyumbang 1.340 unit, atau 67% dari total penjualan. Sisa penjualan Accord akan dikontribusi dari kota-kota besar lain di Indonesia, antara lain Surabaya, Medan, dan Makassar.

Nantinya, pasokan mobil itu masih diimpor dari Thailand karena pabrik HPM di Karawang, Jawa Barat, saat ini baru memproduksi mobil Honda Jazz, Freed, dan CRV. Perseroan saat ini memiliki kapasitas produksi 50.000 unit Honda Jazz, Freed, dan CRV di Karawang per tahun. (m03)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia