Kamis, 14 Mei 2026

Presiden Tak Mau Campuri Kehadiran Boediono di Pengadilan Century

Penulis : Oleh Ezra Sihite
9 Mei 2014 | 13:46 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak ingin mengomentari kehadiran dan proses kesaksian Wakil Presiden (wapres) Boediono di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk kasus dana talangan bank Century hari ini. Kehadiran Boediono di Pengadilan Tipikor sebagai bukti bahwa di Indonesia semua orang sama di mata hukum.

Demikian dikemukakan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga di kompleks Kepresidenan, Jumat siang (9/5).

“Hari ini Presiden pendiriannya tidak berubah bahwa supremasi hukum itu berlaku untuk semua orang, semua lembaga, setiap orang berdiri sama di depan hukum, dan kita juga tahu pada akhirnya lembaga peradilan adalah lembaga terakhir dimana kebenaran dan keadilan itu diwujudkan dan diperjuangkan,” kata Daniel.

SBY, kata dia, juga menghargai sikap Boediono yang koperatif dengan lembaga hukum. “Itu juga sebuah demokrasi pada sejarah bahwa lembaga peradilan memang lembaga yang harus dijunjung tinggi wibawanya, dan saya kira pak Boediono memberikan yang terbaik demi dan untuk atas nama lembaga peradilan,” lanjutnya.

Hari ini Boedioni memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor setelah sebelumnya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor itu. (b1/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia