Kamis, 14 Mei 2026

IAWS 2017 Populerkan Peran dan Karya Arsitek Indonesia di Dunia

Penulis : Gora Kunjana
7 Aug 2017 | 17:12 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Untuk mempopulerkan peran dan karya arsitek Indonesia pada dunia internasional, sebuah tim kerja sama dan kolaborasi akan menggelar Indonesian Architect Week Seoul 2017 pada tanggal 2 –10 September 2017 di Seoul, Korea Selatan. IAWS2017 merupakan kegiatan kolateral yang mendukung Kongres UIA yang tahun ini diadakan di Seoul. Kegiatan ini sebelumnya pernah diselenggarakan di Tokyo pada tahun 2011 dengan nama Indonesian Architects Week Tokyo 2011.


IAWS2017 digelar juga untuk menginformasikan kemajuan dan aktivitas arsitek Indonesia bagi kemajuan dunia arsitektur, mendorong inovasi dan memotivasi arsitek Indonesia serta mempererat silaturahmi arsitek Indonesia dengan komunitas arsitek dunia khususnya arsitek Korea Selatan.

ADVERTISEMENT


Pameran ini merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi dari 54 karya arsitek Indonesia sebagai peserta, kurator, panitia dan para sponsor, serta didukung oleh IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Pameran ini akan diadakan di ART Space : cultural complex Haenghwa–Tang 613-11 Ahyeon-Dong, Mapo-gu, Seoul.


Dibangun sekitar tahun 1958, Haenghwa-Tang ini awalnya adalah sebuah pemandian umum di masa lalu untuk warga Ahyeon-Dong. Di tahun 2000-an, fasilitas seperti sauna, mandi uap, dan spa mewah mulai banyak ditemukan, akibatnya, jumlah tamu menurun, dan akhirnya ditutup selama periode dari tahun 2007 sampai 2011.


Sempat digunakan untuk gudang dan kantor, tetapi terbengkalai lagi hingga tahun 2015. Pada tanggal 15 Mei 2016, beberapa anak muda kreatif, diantaranya Sanghyeok Seo (Produser Kreatif) memulai bisnis untuk menciptakan sebuah kompleks multicultural art space. Hingga saat ini, Haenghwa-Tang beberapa kali telah mengadakan event-event kreatif, ditambah dengan menambah fasilitas cafe agar semakin menarik pengunjung.


Karya-karya yang masuk dipilih oleh 2 orang kurator, yaitu Danny Wicaksono dan Defry Ardianta. Danny Wicaksono seorang arsitek muda yang lulus dari Universitas Trisakti pada tahun 2006. Danny mendirikan studio desain arsitektur sendiri yang diberi nama Studio Dasar. Defry Ardianta lulus pendidikan sarjana Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Melanjutkan studi S-2 Arsitektur di Institut Teknologi Bandung hingga 2009. Saat ini bekerja sebagai staf pengajar di ITS dan Prinsipal Arsitek di firma Ordes Arsitektur berbasis di Surabaya.


Dalam IAWS2017 ini, kurator ingin menampilkan hasil-hasil karya arsitek Indonesia yang diikat oleh satu garis merah yang serupa, agar ada cerita yang dapat terjalin dan dibagi kepada publik lebih luas. Mengingat tema kongres UIA tahun ini adalah “Soul of City”, maka pameran ini akan menjadi sebuah cerita mengenai reaksi arsitek-arsitek Indonesia dalam menghadapi situasi perkotaan yang terjadi di Indonesia dewasa ini.


Sebuah cerita pendek yang diceritakan lewat pameran arsitektur, mengenai sensitivitas dan kecerdikan arsitek-arsitek profesional Indonesia dalam mengolah gagasan arsitektur ketika berhadapan dengan masalah perkotaan. Sebuah narasi yang secara tidak langsung menempatkan arsitektur sebagai pengetahuan, sebagai sesuatu yang terus dapat digali, dipertanyakan ataupun didefenisikan kembali.


Setelah melalui proses seleksi oleh tim Kurator, tersaring sebanyak 54 karya, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jenis karya yang terpilih yang juga akan disuguhkan dalam pameran ini meliputi panel berukuran 60cm x 60cm yang memuat deskripsi tentang gagasangagasan arsitektur dalam menghadapi permasalahan sebuah kota serta dilengkapi dengan maket yang mendukung presentasi.


Pameran ini menyajikan upaya yang dilakukan oleh arsitek Indonesia untuk mengambil peran positif di tengah perkembangan yang terjadi di kota-kota Indonesia, melalui desain mereka. Karya-karya yang disajikan dalam pameran ini mencoba untuk menunjukkan karya-karya arsitek Indonesia di bereaksi terhadap situasi dan konteks yang mengelilingi proyek mereka. reaksi yang berbeda terhadap situasi perkotaan baru-baru ini di Indonesia yang menunjukkan kepekaan dan kepandaian mereka dalam mengeksplorasi ide-ide arsitektur, ketika mereka harus berurusan dengan berbagai masalah perkotaan.


Proses menjadi penting, karena selama melakukannya satu akan mencoba untuk memahami masa lalu dan sekarang, untuk menciptakan ide-ide yang lebih baik untuk masa depan. Selain sebagai media untuk mengkomunikasikan karya-karya arsitek Indonesia untuk khalayak yang lebih luas, pameran ini diharapkan dapat bertindak sebagai media refleksi tentang beberapa arsitek Indonesia yang mencoba untuk melakukan kontribusi positif dalam membentuk ruang hidup di Indonesia. Beberapa kontribusi yang harus dilihat secara kritis, jika kita ingin membuat ruang hidup yang lebih baik di masa depan. (tk)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia