Sentra Timur Tawarkan Apartemen Rp 300 juta
JAKARTA - Superblok Sentra Timur Residence seluas 40 hektar (ha), akan menjadi kawasan central business disctrict (CBD) baru di kawasan Jakarta Timur ke depan. Karena kawasan ini menjadi incaran para investor untuk melakukan investasi, karena lokasinya yang strategis.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bakrie Pangripta Loka, anak usaha Bakrieland Development, Dicky Setiawan dan Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto, dalam acara Serah terima unit dan toping off tower Rubby, di Jakarta, Sabtu (8/2).
Dicky mengatakan, pada tahap pertama, pihaknya sudah membangun 6 tower dari 11 tower yang akan dibangun ke depan. Keenam tower tersebut meliputi Grey Tower sebanyak 534 unit, green tower sebanyak 434 unit, yellow tower sebanyak 433 unit, orange tower sebanyak 390 unit, Ruby tower sebanyak 433 unit dan Tosca Tower sebanyak 146 unit sudah terbangun. “Saat ini sudah 3 tower yang dihuni dengan tingkat okupansi capai 90% lebih dan tiga tower lainnya yang saat ini sudah sold out (terjual),” kata dia.
Pada tahun ini, kata Dicky, bersama Perumnas melanjutkan kembali melauncing 5 tower apartemen baru di kawasan sentra timur ini dan proyeknya ditargetkan pada akhir 2015 sudah selesai. Apartemen baru nanti akan ada tambahan sebanyak 2200 unit dikawasan Sentra Timur. Proyek 5 tower ini akan menghabiskan dana investasi capai Rp300 miliar. “Kami targetkan pada akhir tahun ini penjualannya capai 1000 unit,” ujarnya.
Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief mengatakan, sebagai perusahaan BUMN dan mendapat tugas dari pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak. Pihaknya tetap berkomitmen untuk menyasar masyarakat kelas menengah bawah yang selama ini masih cukup tinggi.
“Kami masih komitmen dan tidak menyimpang dari tujuannya untuk membangun rumah yang tejangkau untuk masyarakat. Terutama masyarakat kelas bawah, dengan harga Rp300 jutaan masih jauh lebih baik dibandingkan dengan unit apartemen lainnya di Jakarta dan sekitarnya,” kata Himawan.
Selain menyediakan apartemen, Sentra Timur Residence, juga menyediakan sarana lainnya sebagai pelengkap dari dibangunnya superblok ini. seperti kolam renangg, tempat ibadah, sarana olahraga, pusat belanja dan sejumla sarana lainnya.
Himawan mengakui untuk membangun Sentra Timur ini cukup berat pada awalnya, dan investor serta pembeli juga masih berfikir ulang untuk membeli unit apartemen di sini. Namun berkat perjuangan keras, proyek ini justru menjadi daya tarik sendiri dan Sentra Timur ini menjadi kawasan CBD terpadu yang banyak diminati para investor.
“Pada waktu awal pembangunan kita memang memiliki banyak kendala. Karena begitu banyak pengembang tetapi lokasi sangat terbatas. Jadi sempat tidak berjalan mulus proyek ini. Namun akhirnya berkat kerjakeras bersama Bakrieland akhirnya proyek ini bisa terwujud,” kata Himawan.
Karena selama ini pengembang lebih banyak tertarik untuk mengembangkan di kawasan barat dan selatan. Namun karena dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti terminal Pulo Gebang, nantinya akan menjadi terminal terpadu di sentra timur, membuat kawasan Sentra Timur menjadi kawasan favorit.
Di tempat yang sama Pimpinan Proyek Sentra Timur Djafarullah menambahkan, serahterima unit dan topping off tower Rubby ini sebagai komitmen perusahaan untuk tepat waktu unit apartemen kepada konsumen dan sekaligus membuktikan progres pembangunan yang tepat waktu dan sesuai jadwal. “Toping off ini membuktikan komitmen dalam pembangunan apartemen sentra timur,” ujarnya.
Menurutnya, secara keseluruhan konsep dari Sentra Timur Residence adalah Cheerful, dinamis dan elegan karena dilengkapi degan sarana dan prasarana seperti ruko (commercial park), CBD 1 dan 2 serta perumahan mutiara Sanggraha-mutiara platinum. “Proyek ini akan menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian vertikal kelas menengah di Jakarta Timur yang semakin meningkat,” ujarnya. (imm)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

