Kamis, 14 Mei 2026

Tekuk MU 3-1, Barca Juara Liga Champions

Penulis : Antara
29 Mei 2011 | 09:59 WIB
BAGIKAN

WEMBLEY, LONDON –Jawara Liga Spanyol, Barcelona, tampil sebagai juara Liga Champions setelah pada pertandingan final menekuk favorit juara Manchester United (MU) 3-1 di Stadion Wembley, London, Sabtu (Minggu dinihari WIB).

Barca –dalam laga yang disiarkan langsung oleh RCTI itu--membuka keunggulan melalui gol yang diciptakan Pedro pada menit 27 tapi tujuh menit kemudian disamakan oleh MU melalui pencetak gol produktif Wayne Rooney pada menit 34.

Tim asuhan Pep Guardiola kembali unggul melalui Lionel Messi di menit 54 dan akhirnya David Villa memperkuat posisi unggul dengan golnya pada menit 69. Skor 3-1 untuk Barca bertahan sampai pertandingan berakhir.

Piala ketiga Guardiola
Keberhasilan menekuk MU di final Liga Champions 2011 membuat Barca total sudah mengoleksi empat titel juara dalam ajang yang dulunya disebut Piala Champions tersebut.

Pep Guardiola bolehlah berbesar hati. Dari empat titel juara itu tiga di antaranya hasil andil Guardiola. Sekali sebagai pemain dan dua kali sebagai pelatih.

Sebagai pelatih sebelumnya Guardiola juga sukses mengantar klub Catalan juara di Liga Champions di Wembley pada 2009.

Sedangkan sebagai pemain Guardiola mengangkat Piala Champions/Liga Champions pada 19 tahun silam saat mengalahkan Sampdoria 1-0 lewat tambahan waktu. Guardiola saat itu bermain 113 menit.

Sementara satu lagi gelar juara Liga Champions ditorehkan Barca tanpa keterlibatan Guardiola diperoleh 2006 lalu. Waktu itu Barca juara ketika dibesut mantan trio Belanda yang ditakuti Frank Rijkaard.

Kali ke13
Sementara itu bagi Spanyol, Barcelona mengukir rekor memenangi gelar juara Piala Eropa untuk ke-13 kalinya setelah mengalahkan Manchester United pada laga final Liga Champions, Sabtu waktu Wembley.

Keberhasilan Barca yang keempat didahuli dengan sukses sembilan kali yang ditorehkan Real Madrid dan kedua klub itu merupakan tim Spanyol yang berhasil memenangi turnamen elit antarklub Eropa itu.

Berikut ini merupakan para pemenang kompetisi Eropa itu setelah laga final terakhir di Wembley, Sabtu, seperti dilaporkan AFP.

9 -- Real Madrid (1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002)
7 -- AC Milan (1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007)
5 -- Liverpool (1976, 1978, 1981, 1984, 2005)
4 -- Barcelona (1992, 2006, 2009, 2011), Bayern Munich (1974, 1975, 1976, 2001), Ajax (1971, 1972, 1973, 1995)
3 -- Inter Milan (1964, 1965, 2010), Manchester United (1968, 1999, 2008)
2 -- Benfica (1961, 1962), Juventus (1985, 1996), Nottingham Forest (1979, 1980), Porto (1987, 2004).  (*/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia