Chris John Lanjutkan Latihan di Bali
SEMARANG-Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, melanjutkan latihan di Bali untuk persiapan menghadapi penantangnya, Daud "Cino" Jordan di Hall D Kemayoran, Jakarta, 17 April 2011.
Promotor pertarungan kedua petinju, Raja Sapta Oktohari di Semarang, Senin (14/3), mengatakan, Chris John bakal berlatih di Sasana Mirah Boxing Camp pimpinan Zaenal Thayeb (mantan promotornya).
"Pekan depan Chris John sudah datang ke Bali bersama pelatihnya, Craig Christian. Mereka berlatih di sana hingga menjelang pertarungan di Jakarta mendatang," kata Oktohari yang mencalonkan diri menjadi ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode mendatang.
Petinju dengan julukan The Dragon tersebut sudah sejak Rabu (9/2) menjalani latihan di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia. Saat ini sedang fokus berlatih dengan empat mitra tanding.
Mereka adalah Williem Kickket, Ben Rabah, dan Mat Gariel (Australi), serta Yuandale Evans (Amerika Serikat).
Ketika ditanya kenapa pilihan lawan Chris John adalah petinju asal Kalimantan Barat (Daud Cino Jordan) dan bukan petinju Kuba, Yuriorkis Gamboa, dia mengatakan, ini merupakan bagian dari strategi.
Menurut dia, kalau bertemu pemegang gelar juara dunia (Gamboa) maka peluang Chris John adalah 50:50, artinya kalau kalah maka gelarnya akan jatuh ke tangan petinju Kuba.
Tetapi, kata dia, kalau melawan Daud Jordan maka siapapun pemenangnya maka gelar tetap menjadi milik petinju Indonesia.
Pertarungan melawan Daud Jordan merupakan pertarungan ke-14 bagi Chris John dalam rangka mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon di Bali, Oktober 2003 melalui pertarungan ad-interim.
Pertarungan terakhir yang dijalani petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, adalah saat menang dengan angka mutlak atas petinju Argentina, Fernando Saucedo di Jakarta, 5 Desember 2010.
Pada pertarungan tersebut juga dipromotori oleh Raja Sapta Oktohari.
Menyinggung soal harga tiket saat pertarungan Chris John melawan Jordan, dia mengatakan, tiket akan dijual dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat.
"Saya akan jual dengan harga antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per lembar," katanya. (ant/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

