Kamis, 14 Mei 2026

Target Harga Saham Emiten Hashim Djojohadikusumo Dipangkas

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Apr 2026 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Hashim Djojohadikusumo. (B-Universe Photo)
Hashim Djojohadikusumo. (B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge – emiten Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto – mencetak lompatan kinerja. Namun, target harga saham WIFI diturunkan. Kenapa?

WIFI mencetak kinerja yang sangat kuat pada 2025, dengan laba bersih mencapai Rp 408,6 miliar atau melejit 77% yoy. Pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun atau melesat 147% yoy.

“Lonjakan tersebut didorong oleh ekspansi jaringan fiber serta pertumbuhan segmen telekomunikasi hingga 245% yoy,” tulis analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus dan Raka Junico W dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun margin WIFI tetap solid dengan margin EBITDA sebesar 66,8% dan margin laba operasional (operating profit margin/OPM) mencapai 55,2%.

Kemudian, tingkat utilisasi (take up rate/TUR) – jaringan yang berhasil dikonversi menjadi pelanggan – mencapai 60% dengan 1,5 juta sambungan rumah. “Ini menunjukkan permintaan yang kuat,” jelas Christian.

Posisi WIFI juga terus menguat dengan panjang jaringan backbone lebih dari 8.000 km, serta ekspansi berkelanjutan di Sumatra. Hal itu didukung oleh spektrum frekuensi 1,4 GHz (80 Mhz).

Namun, monetisasi masih sangat bergantung pada kemampuan eksekusi, khususnya dalam mengonversi ekspansi jaringan menjadi pendapatan berulang.

Perkembangan bisnis FWA (fixed wireless access) juga cukup kuat dengan lebih dari 200 ribu pelanggan dan TUR sekitar 88%. WIFI menargetkan sekitar 5.500 site pada 2026 dan 3,2 juta pengguna.

“Meskipun pipeline tetap solid – lebih dari 1,1 juta pengguna telah melakukan pra-registrasi – konversi menjadi pelanggan berbayar akan menjadi kunci utama monetisasi,” ungkap Christian.

Target Harga Baru 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia