Kamis, 14 Mei 2026

Wall Street Tembus Rekor Lagi, Saham Teknologi Mengamuk

Penulis : Indah Handayani
12 Mei 2026 | 04:29 WIB
BAGIKAN
Spesialis James Denaro bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York, Selasa (5/5/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)
Spesialis James Denaro bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York, Selasa (5/5/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (11/5/2026), bahkan S&P 500 dan nasdaq kembali menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Dikutip dari CNBC internasional, penguatan itu didorong reli saham teknologi yang mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya kembali konflik AS-Iran dan lonjakan harga minyak dunia.

Indeks S&P 500 naik 0,19% ke level 7.412,84 dan mencatat rekor ATH penutupan pertama di atas level 7.400. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,1% menjadi 26.274,13, sekaligus mencetak rekor ATH penutupan tertinggi baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 95,31 poin atau 0,19% ke posisi 49.704,47.

ADVERTISEMENT

Ketiga indeks utama Wall Street juga sempat menyentuh rekor ATH intraday baru di tengah optimisme investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada negosiator AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Proposal tersebut mencakup penghentian perang di seluruh wilayah serta pencabutan sanksi terhadap Teheran.

Namun, Presiden AS Donald Trump menolak proposal tersebut dan menyebut respons Iran ‘sepenuhnya tidak dapat diterima’. Trump bahkan mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi ‘sangat rapuh’.

Ketegangan itu langsung mendorong harga minyak dunia lebih tinggi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,78% menjadi US$ 98,07 per barel, sedangkan Brent menguat 2,88% ke level US$ 104,20 per barel.

Meski demikian, pasar saham AS tetap mampu bertahan berkat kuatnya reli saham teknologi.

Euforia Sektor Teknologi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia