Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Melemah, tapi 5 Saham Melesat di Atas 20%

Penulis : Erta Darwati
12 Mei 2026 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas didepan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas didepan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (12/5/2026), ditutup melemah 46,72 poin (0,68%) ke level 6.858,9.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham NZIA hingga GRIA dengan lonjakan harga 20% sampai 30%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 16,04 triliun. Sebanyak 217 saham menguat, sedangkan 486 saham turun dan 256 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 30,8 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,5 juta kali.

ADVERTISEMENT

Beberapa sektor saham masih mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini dengan penguatan terbesar pada sektor barang baku sebesar 1,85%. 

Diikuti penguatan pada sektor transportasi 1,59%, sektor keuangan 0,31%, dan sektor energi 0,01%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor kesehatan 3,51%, sektor perindustrian 3,2%, sektor infrastruktur 1,5%, sektor barang konsumen non-primer 1,4%, sektor properti 0,61%, sektor teknologi 0,48%, dan sektor barang konsumen primer 0,06%.

Pilarmas investindo Sekuritas menjelaskan, sentimen negatif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi kritis. Trump juga dikabarkan menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.

Pilarmas menambahkan, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini. Investor berharap pertemuan tersebut dapat menjaga stabilitas hubungan dagang AS-China yang masih rapuh, sekaligus membahas konflik Timur Tengah dan isu Taiwan.

Dari sentimen domestik, Pilarmas menyebutkan, tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi pelemahan rupiah akibat penguatan dolar AS. Ketidakpastian global di tengah konflik geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi The Fed mendorong arus dana mengalir ke aset dolar AS.

Selain itu, Pilarmas menyebut, pasar juga mengantisipasi pengumuman rebalancing MSCI Indonesia yang dinilai menjadi salah satu indikator penting bagi investor global dalam menilai prospek pasar modal Indonesia.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 57 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia